Jumat, 11 September 2026 - BERJAGA DAN BERDOA
Pdt. Linda Silaban, S.Th., M.M
Daily Bread
Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya. (Yunus 3:10)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Penduduk Niniwe sebelumnya hidup dalam kejahatan. Mereka sudah jauh dari kehendak Tuhan. Karena itu Tuhan mengutus Yunus untuk menyampaikan peringatan bahwa hukuman akan datang atas mereka. Di tengah ancaman hukuman yang diberitakan oleh Yunus terhadap Niniwe, penduduk Niniwe menyadari dosa mereka, dan akhirnya mereka bertobat dihadapan Allah. Niat dan rancangan hukuman yang telah Allah tentukan, akhirnya Tuhan Allah membatalkan hukuman itu.
Pertobatan bukan hanya berkata, “Tuhan, ampuni saya,” tetapi juga berani berkata, “Tuhan, saya mau meninggalkan kebiasaan yang salah itu.” Kalau selama ini kita mudah marah, mari belajar mengendalikan kemarahan. Kalau selama ini kita suka menyimpan kebencian, mari belajar mengampuni. Kalau selama ini kita sering berkata kasar kepada pasangan, anak, orang tua, atau sesama, mari belajar mengubah perkataan. Pertobatan selalu membawa kita kembali kepada Tuhan. Tuhan tidak menunggu penduduk Niniwe menjadi sempurna terlebih dahulu baru mengasihi mereka. Ketika mereka sungguh-sungguh berbalik dari jalan yang jahat, Tuhan menunjukkan belas kasihan-Nya.
Saudaraku, Firman Tuhan mengajak kita untuk berbalik kepadaNya, Sebab Tuhan tidak hanya ingin kita menyesal karena dosa, tetapi Tuhan ingin kita berubah dari dosa itu. Niniwe berubah karena mereka mendengar firman Tuhan. Kiranya kita juga demikian. Ketika Tuhan menegur, jangan mengeraskan hati. Ketika Tuhan menunjukkan kesalahan kita, jangan mencari alasan. ketika Tuhan melihat hati yang sungguh-sungguh mau kembali kepada-Nya, kita percaya bahwa kasih dan belas kasihan Tuhan selalu tersedia. Karena selama kita masih mau kembali kepada Tuhan, kasih karunia-Nya masih terbuka bagi kita. Amen (ES)
Penulis
Pdt. Eva Marlina Sinaga, S.Th
Pdt. Linda Silaban, S.Th., M.M
Pdt. Augustina Simaremare, S.Th
Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th