Selasa, 8 September 2026 - Roh Kudus Berkarya
Pdt. Santy Elfrida Sitompul, S.Th
Daily Bread
“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Mateus 6:34)
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, banyak orang saat ini menderita bukan karena efek kejadian yang dia alami di hari yang lalu ataupun karena apa yang terjadi di hari ini. Mereka menderita hari ini karena memikirkan apa yang akan terjadi di hari esok, sehingga dia tidak selera makan bahkan tidurpun susah untuk terlelap. Hati dan pikirannya disusahkan dengan berbagai kemungkinan terburuk yang belum tentu terjadi dalam hidupnya. Inilah yang disebut dengan kekuatiran, dimana hati dan pikiran tidak berada dalam keadaan tenang dan nyaman karena memikirkan sesuatu hal yang belum tentu terjadi.
Setiap orang yang membiarkan kekuatiran hinggap dan menguasai hidupnya adalah orang-orang yang tidak percaya dengan sungguh akan kuasa Allah dalam hidupnya. Dia merasa hanya dengan kekuatan dan kepintarannya saja dia bisa lepas dari segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi dalam hidupnya. Padahal, sadar atau tidak; dia minta atau tidak, Allah turut bekerja dalam hidupnya. Apapun yang dia miliki: sebanyak atau setinggi apapun itu, tidak akan bisa memberi dia rasa aman dan sukacita.
Firman Tuhan hari ini dengan tegas mengingatkan kita, supaya jangan membiarkan rasa kuatir menguasai hati dan pikiran kita. Bekerjalah dengan sungguh dan serahkanlah hasil pekerjaanmu kepada Tuhan. Biarlah Tuhan menentukan seberapa banyak buah dari hasil kerja keras kita. Sebab Tuhan lebih tahu, mana yang terbaik dalam hidup kita: banyak atau sedikit buah dari pekerjaan kita, bila Tuhan berkati pasti mendatangkan sukacita dan damai sejahtera. Apapun kesulitan dan persoalan kita di hari yang lalu dan hari ini, hadapi dengan mengandalkan kuasa dan hikmat dari Tuhan. Jangan sekali-kali merasa mampu dan bisa melewatinya seorang diri. Manusia pasti punya keterbatasan dalam segala hal dalam hidupnya, tetapi Tuhan yang adalah MAHA, tidak mempunyai keterbatasan. Ingalah, bagian kita hanyalah berdoa dan bekerja/menanam; dan bagian Tuhan adalah memberi pertumbuhan dan membuat menghasilkan buah.
Penulis
Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th
Pdt. Santy Elfrida Sitompul, S.Th
Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus, S.Th
Administrator