Rabu, 15 April 2026 - Pengharapan Kebangkitan Kekal
Pdt. Santy Elfrida Sitompul
Daily Bread
"Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu." (Ulangan 10:12)
Saudara ku yang terkasih dalam Yesus Kristus kiranya kasih karunia Tuhan Menyertai kita dimanapun kita berada! Dalam kita ulangan ini Musa bertanya kepada Israel dengan cara yang seolah-olah sederhana: "Apakah yang dimintakan Tuhan darimu?" Di balik kesederhanaan pertanyaan itu tersimpan pengingat yang sangat penting. Bangsa Israel baru saja menerima Taurat, mengalami mukjizat demi mukjizat, menyaksikan kehadiran Allah yang luar biasa — dan di tengah semua itu, Musa menarik perhatian mereka pada inti yang paling mendasar.
Di zaman kita saat ini, ada begitu banyak suara yang mendefinisikan apa artinya menjadi orang beriman yang baik: harus ikut program ini, harus melayani di sana, harus hadir dalam setiap kegiatan. Dan di tengah keramaian itu, pertanyaan Musa terasa seperti angin sejuk: "Apa yang sesungguhnya Tuhan minta darimu?" Ayat ini menyebut lima hal: takut akan Tuhan, hidup menurut jalan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada-Nya, dengan segenap hati dan jiwa. (Kata "segenap" (kol dalam bahasa Ibrani) berarti totalitas). Tapi perhatikan bahwa kelima hal ini bukanlah daftar tugas yang terpisah, mereka adalah satu gerakan jiwa yang mengalir dari dalam ke luar. Takut akan Tuhan bukan teror, melainkan kekaguman yang mendalam. Dari kekaguman itu lahir kasih. Dari kasih itu mengalir ketaatan. Dari ketaatan itu tumbuh ibadah yang sejati. Dan semuanya dilakukan bukan sebagian-sebagian, melainkan dengan segenap hati dan jiwa.
Kita sering memperumit kehidupan rohani kita. Tapi Firman ini mengajak kita kembali kepada inti: cintai Tuhan dengan seluruh dirimu. Bukan sempurna, bukan tanpa perjuangan, tetapi sungguh-sungguh. Seluruh teologi, seluruh ritual, seluruh pelayanan haruslah mengalir dari sumber yang satu ini: hati yang sungguh-sungguh mengasihi Allah. Amin (JRT)
Penulis
Pdt. Jusuf Roy Turnip
Pdt. Santy Elfrida Sitompul
Pdt. Banner Siburian
Pdt. Jarnata Sirait