(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Daily Bread

Senin, 13 April 2026 - ENGKAU ADALAH BAIT ALLAH

13 Apr 2026 00:30 👁 3 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Senin, 13 April 2026 - ENGKAU ADALAH BAIT ALLAH

 "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?"
(1 Korintus 3:16 )

Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus Tuhan kita ! Salam dan doa kami semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Saudaraku!  Paulus tidak sedang memberikan ceramah teologi yang panjang. Ia mengajukan sebuah pertanyaan: "Tidak tahukah kamu?" Seolah ia ingin mengatakan: ini seharusnya sudah kamu ketahui, dan kenyataan bahwa kamu mungkin belum sepenuhnya menyadarinya adalah masalah yang serius.

Dalam budaya Perjanjian Lama, bait Allah adalah tempat yang paling sakral di seluruh bumi, tempat kehadiran Allah berdiam, tempat yang dijaga dengan sangat ketat, tempat yang tidak sembarangan orang bisa masuki. Kini Paulus berkata: itulah yang kamu. Bukan bangunan lagi. Bukan ruangan dengan tirai dan tabut perjanjian. Tapi kamu, manusia dari daging dan tulang, adalah tempat kediaman Roh Allah.

Perhatikan kata yang digunakan Paulus: Roh Allah 'diam' di dalam kamu. Bukan 'mengunjungi.' Bukan 'sesekali hadir.' Roh Kudus adalah penghuni tetap dalam kehidupan setiap orang yang percaya kepada Kristus. Ia tidak pergi ketika kamu berdosa. Ia tidak meninggalkanmu ketika kamu gagal. Ia tinggal. Ini adalah kebenaran yang sangat membebaskan sekaligus sangat menuntut. Membebaskan, karena berarti kamu tidak pernah sendirian. Menuntut, karena berarti setiap sudut hidupmu, keputusanmu, perkataanmu, apa yang kamu lihat, apa yang kamu masukkan ke dalam pikiranmu, semua itu terjadi di 'rumah' Roh Kudus. Bayangkan perbedaan yang akan terjadi jika setiap pagi kamu bangun dengan kesadaran ini: "Hari ini, aku adalah bait Allah. Roh-Nya ada di dalamku.

Kesadaran ini bukan untuk membuat kita hidup dalam ketakutan akan penghakiman. Sebaliknya, ia mengundang kita untuk hidup dengan rasa hormat yang dalam, hormat kepada diri sendiri sebagai tempat tinggal Allah, dan hormat kepada Allah yang telah mau berdiam di dalam kelemahan dan ketidaklayakan kita. Amin !  (PMP)

Pdt. Paima Maruli Tua Pardede

Penulis

Pdt. Paima Maruli Tua Pardede

Artikel Lainnya