Tata Ibadah dan Warta Jemaat, Minggu 31 Oktober 2026
Administrator
Daily Bread
“Karena sungguhpun kami menjadi budak, tetapi di dalam perbudakan itu kami tidak ditinggalkan Allah kami. Ia membuat kami disayangi oleh raja-raja negeri Persia, sehingga kami mendapat kelegaan untuk membangun rumah Allah kami dan menegakkan kembali reruntuhannya dan diberi tembok pelindung di Yehuda dan di Yerusalem” ( Esra 9: 9)
Syalom,Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus,Tuhan Kita! Salam dan doa kami. Kiranya kasih karunia Tuhan Senantiasa menaungi kita! Ada kalahnya hidup terasa berat. Kita berdoa namun masalah tak kunjung selesai. Kita berharap, tetapi keadaan tidak berubah. Dalam keadaan seperti itu, mudah sekali berpikir bahwa Tuhan sangat jauh dari kita. Firman Tuhan dalam Ezra 9:9 memberikan Penghiburan kepada kita “Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya” Ezra mengingat kembali keadaan bangsa Israel yang pernah dalam pembuangan. Karena ketidaksetiaan mereka kepada Tuhan. Mereka kehilangan kebebasan, tanah dan rumah Allah. Di tengah keadaan itu, Ezra menyadari satu Hal penting “ Tuhan tetap menyertai mereka”. Tuhan tidak meninggalkan mereka.
Saudaraku,apabila kita di perhadapkan dengan masalah bukan berarti Tuhan meninggalkan kita. Jangan ukur kehadiran Tuhan hanya berdasarkan keadaan hidup kita. Ketika hidup kita aman, Tuhan ada, ketika hidup kita sulit, Tuhan juga ada. Tuhan tetap setia ketika kita tidak setia. Jangan lari dari Tuhan ketika kita mengalami kegagalan. Melainkan datanglah kepada Tuhan ketika kita gagal.T uhan memberikan kesempatan untuk membangun apa yang pernah runtuh dan gagal. Mulailah membangun kembali, jangan menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan berikan.
Tuhan memberi kesempatan kepada Bangsa Israel untuk mendirikan kembali rumah Allah dan memperbaiki reruntuhannya artinya Tuhan bukan hanya menyertai mereka dalam penderitaan tetapi juga membawa mereka kepada pemulihan. Mungkin saat ini ada reruntuhan dalam hidup kita. Iman yang lemah, hubungan yg rusak. Jangan menyerah selama Tuhan menyertai masih ada harapan untuk bangkit dan bangun kembali.
Penulis
Pdt. Oktavia Manullang, S.Si., M.M
Administrator
Administrator
Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus, S.Th