Jumat, 30 Oktober 2026 - Ketika Allah Mengusap Air Mata Kita
Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th
Daily Bread
“Oleh karena engkau sudah menyesal dan engkau merendahkan diri di hadapan Allah pada waktu engkau mendengar firman-Nya terhadap tempat ini dan terhadap penduduknya, oleh karena engkau merendahkan diri di hadapan-Ku, mengoyakkan pakaianmu dan menangis di hadapan-Ku, Aku pun telah mendengarnya, demikianlah firman TUHAN” (2 Tawarikh 34: 27)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Sudah berapa lama kita mengikut Kristus? Banyak orang yang sekalipun sudah lama menjadi Kristen tak sungguh-sungguh mencari Tuhan. Perhatikan! Alkitab menyatakan bahwa Yosia menjadi raja saat ia masih berusia belia, yaitu 8 tahun. Yosia masih kanak-kanak saat menjabat sebagai raja. Nama 'Yosia' dalam bahasa Ibrani berarti Tuhan yang menyembuhkan. Pernyataan 'tahun ke delapan dari pemerintahannya' pada ayat 3 mengartikan saat Yosia menginjak usia 16 tahun (usia remaja), usia transisi atau masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa, disebut pula usia rawan, di mana seseorang sedang mencari jati dirinya.
Sekalipun masih tergolong remaja Yosia mau belajar dari sejarah masa lalu dengan mengikuti kebiasaan hidup bapa leluhurnya (raja Daud) untuk hidup takut akan Tuhan, tidak seperti raja-raja lainnya yang cenderung hidup menyimpang dan berlaku jahat di mata Tuhan. Sebagai orang muda Yosia pasti mempunyai banyak keinginan dalam hidupnya, apalagi kedudukannya sebagai raja (punya segalanya), tentulah Yosia sangat disibukkan dengan tugas-tugas protokoler kerajaan atau agenda kerja yang sangat padat. Meski demikian ia tetap mengutamakan hal yang terpenting dalam hidup ini, yaitu mencari Tuhan. Kata 'mencari' berarti ada suatu upaya, usaha, kemauan dan komitmen untuk menemukan Tuhan dengan segenap hati dan jiwa.
Tuhan memperhatikan hati yang hancur, tak berdaya, dan remuk. Meskipun hukuman atas bangsa itu tetap akan datang, tetapi karena kerendahan hati Yosia, Tuhan memberinya masa damai. Dari sini kita diingatkan pentingnya merendahkan diri di hadapan Tuhan dan bersungguh-sungguh menyesal atas semua dosa atau kesalahan yang kita lakukan. Amin (ARS)
Penulis
Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus, S.Th
Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th
Pdt. Santy Elfrida Sitompul, S.Th
Pdt. Jarnata Sirait, S.Th