(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Daily Bread

Selasa, 28 April 2026 - TUHAN MENINGGIKAN UMAT YANG SETIA

28 Apr 2026 00:30 👁 17 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Selasa, 28 April 2026 - TUHAN MENINGGIKAN UMAT YANG SETIA

“Keluarga dan kerajaanmu  akan kokoh  untuk selama-lamanya  di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya ” (2 Samuel 7: 16)

Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. alau kita membaca firman Tuhan ini, ini adalah tentang keinginan Raja Daud untuk mendirikan bait Allah. Dia merindukan bahwa dialah Raja Daud yang akan membangun bait Allah. Mengapa dia ingin membangun bait Allah, sebab dia merasakan kasih setia Allah yang senantiasa menyertainya. Dan apa yang diinginkan oleh Raja Daud menurut Natan hal itu baik, tetapi bagi Allah itu tidak baik. Bukan Raja Daud yang akan mendirikan bait Allah tetapi Allahlah yang akan mendirikan "keturunan" Daud. Hal ini berarti keturunan Raja Daud akan tetap menduduki tahta kerajaan (ay. 6) dan Mesias yang akan datang adalah dari keturunan Daud. Tentang mendirikan bait Allah, Allah telah berencana, bukan Daud yang akan membangun tetapi Salomo anaknya (12). Kenapa tidak Raja Daud? Sebab tangan Daud penuh dengan darah, karena itu dia tidak layak mendirikan bait Allah (1 Taw. 22:8).

Pesandaripada nats kita hari ini adalah bahwa Allah tidak menyukai pertumpahan darah yang terjadi pada saat itu, selama pemerintahan Raja Daud. Allah menolak Raja Daud tetapi di saat yang sama Allah mengokohkan kerajaannya. Allah memberikan kasih setia-Nya kepada Daud, "Keluarga dan kerajaanmu akan teguh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."

Inilah berkat Tuhan kepada Raja Daud; inilah keadilan Allah. Di satu sisi Allah mengingatkan Daud tetapi di sisi yang lain Allah tetap memberkati Daud. Hal ini menjadi renungan di dalam hidup kita, ketika kita melakukan kesalahan, Allah mengingatkan kita tetapi sekaligus Allah juga memberikan berkat kepada kita. Hal itu berarti kalau Tuhan menghukum kita akan kesalahan kita di sana juga ada berkat Tuhan yang akan disampaikan kepada kita. Amin. (ARS)

Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus, S.Th

Penulis

Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus, S.Th

Artikel Lainnya