Senin, 12 Oktober 2026 - AKAR SEGALA KEJAHATAN IALAH CINTA UANG
Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th
Daily Bread
“Oleh Sebab itu, takutlah akan Tuhan dan beribadahlah kepadaNya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada Tuhan” (Josua24: 14)
Syalom,Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus,Tuhan Kita! Salam dan doa kami. Kiranya kasih karunia Tuhan Senantiasa menaungi kita! Setiap hari kita diperhadapkan dengan banyak pilihan. Kita memilih pakaian apa yang mau kita pakai, kita memilih teman, memilih makanan, memilih pekerjaan dan sebagainya. Namun, ada satu pilihan yang jauh lebih penting; Siapakah yang menjadi Tuhan dalam hidup kita?
Firman Tuhan melalui perikop ini, Yosua menyampaikan pesan kepada bangsa Israel,untuk mengingat akan kebaikan dan kesetiaan Tuhan. Tuhan telah memimpin mereka, melepaskan mereka dari perbudakan, menyertai perjalanan mereka melewati laut teberau dan memberikan tanah yang dijanjikan yakni Kanaan. Yosua mengingatkan mereka agar jangan melupakan Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan menghendaki respon dari bangsa itu yakni” Takutlah akan Tuhan”. Takut di sini bukan sekedar gemetar, tetapi sikap hormat, taat, mengasihi dan menghargai Tuhan sebagai yang terutama dan utama.
Takut akan Tuhan membuat kita tetap melakukan yang benar, dan membuahkan ibadah yang benar dan berkenan bagi Tuhan. Ibadah yang berkenan bagi Tuhan lahir dari hati yang tulus. “ Beribadahlah kepadaNya dengan tulus ikhlas dan setia” artinya ibadah adalah cara hidup kita. Ketika kita bekerja dengan jujur dan penuh dengan tanggung jawab, kita sedang beribadah kepada Tuhan, ketika kita mau memaafkan orang yang menyakiti kita, kita sedang menaati Tuhan. Tuhan menginginkan hati yang sungguh-sungguh miliknya. Ketika ibadah kita benar dan berkenan bagi Tuhan. Tentu kita akan membuang allah-allah lain. Ada banyak yang dapat menjadi “tuhan” dalam kehidupan kita saat ini contohnya Handphone, Uang, jabatan, pekerjaan, hoby. Ketika sesuatu mulai mengambil tempat yang seharusnya milik Tuhan. Kita perlu mengingat siapa selama ini memelihara dan melindungan hidup kita.
Penulis
Pdt. Oktavia Manullang, S.Si., M.M
Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th
Pdt. Banner Siburian, M.Th
Administrator