Kamis, 29 Oktober 2026 - Memandang Kepada Yesus
Pdt. Santy Elfrida Sitompul, S.Th
Daily Bread
“Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama telah berlalu.” (Wahyu 21:4)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus ! Salam dan doa kami, kasih karunia Tuhan senantiasa menaungi hidup kita. Saudaraku! Ketahuilah penderitaan adalah realitas yang tidak bisa kita hindari selama kaki kita masih berpijak di bumi yang telah rusak oleh dosa. Namun, Wahyu 21:4 datang sebagai sebuah janji kosmis yang luar biasa. Ayat ini tidak berkata, "Air mata akan berhenti mengalir begitu saja." Ayat ini secara spesifik mencatat aksi Allah: "Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka." Bayangkan betapa dekatnya jarak antara Allah dan kita dalam penglihatan tersebut. Menghapus air mata seseorang membutuhkan kedekatan fisik dan kelembutan hati yang luar biasa. Ini bukan sekadar tindakan mekanis menghapus cairan, melainkan sebuah pernyataan dari Sang Pencipta bahwa Dia melihat, merasakan, dan mengingat setiap bulir air mata yang pernah jatuh karena kepedihan hidup kita.
Melalui penglihatan rasul Yohanes, Allah menyingkapkan akhir dari sejarah umat manusia. Surga bukanlah tempat pelarian yang membuat kita amnesia terhadap masa lalu, melainkan sebuah restorasi total. Di sana, penyebab utama dari penderitaan kita dihancurkan sampai ke akar-akarnya.
· Maut ditiadakan: Tidak ada lagi perpisahan yang meremukkan hati.
· Rasa sakit dilenyapkan: Baik luka tubuh maupun trauma batin yang selama ini mengikat kita akan sembuh sempurna.
· Segala yang lama berlalu: Penderitaan tidak lagi memiliki kuasa atau ruang untuk eksis kembali.
Bagi kita yang hari ini mungkin sedang berjuang, baik karena penyakit, pergumulan ekonomi, maupun kesepian yang mencekat, ingatlah bahwa air mata anda hari ini bukanlah akhir dari cerita anda. Tangisan anda saat ini sedang berjalan menuju sebuah hari di mana tangan Allah sendiri yang akan mengusap pipi anda dan mengubah ratapan menjadi tarian sukacita. Amin (JRT)
Penulis
Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th
Pdt. Santy Elfrida Sitompul, S.Th
Pdt. Jarnata Sirait, S.Th
Pdt. Jarnata Sirait, S.Th