Senin, 27 Juli 2026 - Kasih Kepada Sesama
Pdt. Santy Elfrida Sitompul, S.Th
Daily Bread
“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yohanes 15:13)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Pada suatu malam badai, sebuah kapal kecil hampir tenggelam. Seorang ayah melihat anaknya terjatuh ke laut. Tanpa berpikir panjang, ia melompat ke dalam gelombang besar untuk menyelamatkan anaknya. Ia berhasil mendorong anaknya kembali ke atas kapal, tetapi ia sendiri tidak sempat menyelamatkan diri. Orang-orang menyebut tindakan itu heroik. Namun bagi sang ayah, itu bukan soal kepahlawanan, itu soal kasih. Kasih sejati tidak dihitung untung-ruginya. Kasih sejati rela berkorban. Demikianlah Yesus, Ia tidak hanya berkata bahwa Ia mengasihi kita. Ia menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib demi keselamatan kita.
Tuhan sudah terlebih dahulu mengasihi kita sedemikian rupa, kita pun harus mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan kita. Bukti nyata orang mengasihi Tuhan adalah taat melakukan firman-Nya. Jangan katakan kita mengasihi Tuhan bila kita tidak taat melakukan kehendak-Nya! Mengasihi Tuhan harus ada bukti nyata. Yesus berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14:15). Sampai kapan pun kita tidak akan pernah sanggup mengukur kasih Tuhan, “betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus….” (Efesus 3:18). Bukti terbesar kasih Tuhan kepada kita adalah rela mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita. Pengorbanan Tuhan untuk kita sungguh tiada terbatas!
Dunia sering mendefinisikan kasih sebagai perasaan. Namun Yesus menunjukkan bahwa kasih adalah tindakan. Kasih terbesar adalah ketika seseorang rela memberikan yang paling berharga bahkan nyawanya. Kasih Kristus bukan hanya untuk dikagumi, tetapi untuk diteladani. Kita mungkin tidak diminta menyerahkan nyawa secara fisik, tetapi kita dipanggil untuk mengorbankan ego, waktu, kenyamanan, dan kepentingan pribadi demi orang lain. Kasih terbesar sering kali terlihat dalam pengorbanan kecil yang dilakukan dengan tulus. Marilah melakukan kasih itu, bukan hanya dengan ucapan melainkan dengan tindakan yang konkret. Amin (ARS)
Penulis
Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus, S.Th
Pdt. Santy Elfrida Sitompul, S.Th
Administrator
Pdt. Banner Siburian, M.Th