Tata Ibadah dan Warta Jemaat, Minggu 27 September 2026
Administrator
Renungan & Khotbah
MATAKU TETAP TERARAH KEPADA TUHAN
(Mazmur 25:15-22)
Selamat Minggu bagi kita semua. Minggu ini menyerukan agar mata kita senantiasa terarah kepada Tuhan.
Mazmur ini merupakan doa dan permohonan Daud untuk lepas dari berbagai musuh, mengeluarkan kakinya dari berbagai jaring yang menjerat (ayat 15). Hidupnya sebatang kara, tertindas (ayat 16), sesak dan diliputi banyak kesulitan (ayat 17). Hidupnya sengsara, penuh kesukaran serta diliputi banyak dosa (ayat 18). Lengkaplah penderitaan Daud. Betapa banyak musuhnya yang membencinya dengan sangat mendalam (ayat 19).
Sikap Daud adalah hidup dengan tulus dan jujur. Ketulusan dan kejujuran, itulah yang mengawal Daud. Dia juga menanti-nantikan Tuhan (ayat 21). Dan Daud juga berdoa kiranya Allah membebaskan orang Israel dari segala kesesakannya (ayat 22). Tirani kekuasaan bukan lagi hanya ingin menyingkirkan Daud secara personal, namun keselamatan bangsa juga terancam.
Meski dikejar-kejar, difitnah, namun Daud proaktif memohon pertolongan Tuhan. Kala dia sebatang kara dan tertindas, dia memohon agar Tuhan mengasihaninya dan berpaling kepadanya (ayat 16). Mungkin sekali Daud memiliki kesempatan dan kekuatan mengalahkan musuhnya, namun dia menguasai dirinya dengan benar dan tepat (ayat 19). Dia tidak mengandalkan kekuatan lengannya, namun mengandalkan kuat kuasa tangan Tuhan.
Dalam keadaan terjepit seperti itu, Daud memohon agar Tuhan melapangkan hatinya yang tersesak (ayat 17). Daud memohon agar Tuhan sendirilah yang melepaskan Dia dari kesulitan tersebut, meski sebenarnya teknik berperang Daud tidak lagi diragukan. Dia sadar, kalaupun dia mungkin saja dapat mengalahkan Saul, namun dia memohon Tuhan melepaskan dirinya dari kesempatan membunuh Saul (ayat 20).
Daud terhimpit dan terjepit, tersesak dan terdesak. Musuhnya secara kuantitas adalah ribuan tentara Saul yang melakukan perintah Saul untuk memburu Daud. Secara kualitatif, mereka semua secara bersama-sama membenci Daud dengan mendalam. Jumlah besar, dendam kesumatnya juga mendalam (ayat 19). Sebuah arak-arakan pembunuhan.
Bilamana hidup kita terdesak dan tersesak, terjepit dan terhimpit, bukalah hati untuk diisi oleh Roh Tuhan. Bila demikian, semua itu tidak berkuasa untuk mengepung kita. Dan jangan lupa, jangan karena terjepit dan terhimpit, lantas kita terjebak meminta kepada Tuhan akan kehancuran atau kematian musuhnya.
Kiranya mata kita tetap terarah kepada Tuhan. Tidak ada tempat lain untuk berlindung dari musuh kecuali kepada Tuhan. Tidak ada kekuatan lain yang dapat melindungi kita, kecuali kekuatan Allah. Seperti Daud, yang dia minta adalah pertolongan Tuhan, agar keluar dari krisis itu. Keluar dari krisis, menang dari kesulitan jauh lebih utama dan lebih bijaksana daripada mengutuki krisis dan kesulitan yang menghadang kita.
Selamat minggu. Tuhan memberkati. Amin !
Penulis
Pdt. Banner Siburian, M.Th
Administrator
Administrator
Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th