(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Renungan & Khotbah

Minggu, 9 Agustus 2026 - TENANGLAH, JANGAN TAKUT !

08 Aug 2026 22:44 👁 579 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Minggu, 9 Agustus 2026 - TENANGLAH, JANGAN TAKUT !

Khotbah Minggu, 9 Agustus 2026:
TENANGLAH, JANGAN TAKUT !
(Matius 14: 22-33)

Selamat Minggu bagi kita semua. Semoga Minggu ini menjadi minggu yang menguatkan bagi kita, membuat hati kita tenang dan jauh dari berbagai rasa takut.

Saudaraku ! Di depan teks ini, diceritakan bahwa Yesus menyeberang ke danau Galilea. Di situ Dia melihat orang banyak datang jauh-jauh dengan jumlah yang sangat besar. Melihat itu, para murid menyarankan agar mereka pulang, sekaligus untuk mencari makan. Namun, hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. KataNya: “Kamu harus memberi mereka makan” (ayat 16). Yesus tidak membiarkan mereka pulang dengan kelaparan.

Lalu Yesus menyuruh para murid lebih awal berlayar ke seberang. Bukan karena Yesus tidak berkenan kepada mereka, melainkan karena hendak berdoa kepada Bapa, bahkan hingga malam (ayat 22-23). Setelah beberapa mil jauhnya dari pantai, perahu murid-murid diombang-ambingkan gelombang Angin Sakal, yakni dua hembusan angin yang serentak berlawanan arah (ayat 24), membuat perahu itu berputar-putar di tempat.

Hingga kira-kira jam tiga malam, datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Melihat itu, para murid terkejut dan berseru, takut dan berteriak: “Itu hantu” ! Yesus pun berkata kepada mereka: “Tenanglah ! Aku ini, jangan takut “! (ayat 26-27).

Dalam suasana panik dan takut tersebut, Yesus lebih dahulu menyapa mereka: “Tenanglah ! Aku ini, jangan takut “! Meski para murid keliru dan tidak mengenal Yesus yang datang menjumpai mereka, namun Yesus tidak meninggalkan mereka. Sapaan Yesus berkuasa mengubah pengenalan mereka yang salah menjadi benar. Sapaan Yesus telah membuka dan mencelikkan mata mereka. Mendengar suara Tuhan, itulah pintu masuk bagi kita untuk mengenal Tuhan dengan sungguh.

Petrus pun berseru dan menjawab: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepadaMu berjalan di atas air” (ayat 28). Yesus juga memenuhi permintaan Petrus: “Datanglah” (ayat 29). Petrus pun turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Petrus merasakan tiupan angin, sehingga ia takut dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku !” (ayat 30). Kurang percaya dan bimbang, fokus kepada masalah dan bukan fokus kepada Tuhan, menjadikan hidup kita tenggelam ditelan badai.

Hidup kitapun acap demikian. Meski sujud menyembah Tuhan, badai dunia bisa saja selalu hendak menenggelamkan hidup kita, apalagi bila kita tak sepenuh hati berserah kepadaNya. Kita bisa saja bernyanyi memuji dan berdoa kepada Tuhan, namun belum tentu kita sungguh memercayainya. Itulah sebabnya Petrus tenggelam dan takut. Maka, bulatkanlah hati, jangan bimbang. Percayalah dengan sungguh kepada Tuhan. Dengan demikian, hidup kitapun akan tenang tanpa takut.

Hidup di dunia ini adalah ibarat kita tengah berperahu berselancar dalam gelombang samudera raya. Hanya dekat dengan Tuhanlah kita dapat hidup tenang. Namun, hidup tenang bersama Tuhan bukan berarti segala masalah dan tekanan hidup itu semuanya sirna. Hidup tenang itu adalah bersama Tuhan kita pasti dapat menghadapi bahkan melewati masa-masa sulit dalam hidup ini, seterjal apapun jalan yang kita tempuh (Mzm 62:1-5). Tenanglah, jangan takut. Hidup dan berjalan bersama Tuhan, merupakan jaminan penyertaan Tuhan bagi kita menapaki berbagai ranjau-ranjau kehidupan di dunia ini.

Bila hidup kita tenggelam dalam badai dunia, segeralah berseru kepada Tuhan yang berkuasa melepaskan kita. Tangan Tuhan tidak kurang tajam untuk menjangkau kita (Yes 59:1). Tidak ada timba yang terlalu pendek di tangan Yesus untuk beroleh air dari sumur yang cukup dalam (Yoh 4:11). Tuhan berkuasa meredakan angin sakal manusia, sedahsyat apapun itu (Mat 14:32). “Di badai topan dunia Tuhanlah Perlindunganmu, kendati goncang semesta, Tuhanlah Perlindunganmu...”(KJ. 440). Tetaplah kita satu perahu dengan Yesus, agar kita dapat berlabuh hingga tujuan hidup dalam menapaki jalan-jalan kehidupan ini.

Saudaraku yang kekasih ! “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita” ? (Roma 8:31). Tetaplah tenang, jangan takut. Tuhan bersama saudara, bersama saya dan bersama kita semuanya. Amin !

Pdt. Banner Siburian, M.Th

Penulis

Pdt. Banner Siburian, M.Th

Artikel Lainnya