Tata Ibadah dan Warta Jemaat, Minggu 2 Agustus 2026
Administrator
Renungan & Khotbah
Renungan dan Refleksi 114 Tahun HKBP Medan Sudirman:
SEMUA JANJI TUHAN DIPENUHI
(Ev. Yosua 21:43-45)
Selamat minggu bagi kita semua. Salam sejahtera dalam nama Yesus Kristus, Tuhan kita. Marilah kita merasakan dan mengaminkan bahwa segenap janji Tuhan, sungguh dipenuhiNya bagi kita. Tuhan tidak pernah ingkar akan janji-janjiNya, meski kita acap kali ingkar dan tidak setia akan janji-janji kita kepada Tuhan.
Saudaraku ! Kitab Yosua berisi kisah bangsa Israel memasuki tanah Kanaan sekaligus penaklukan tanah itu. Bukan karena hebat mereka, tetapi karena kuat kuasa Tuhan. Kala umat itu berkumpul di Sikhem, Yosua memberitahu bahwa nenek-moyang mereka, Terah, ayah Abraham dan Nahor, telah berdiam di seberang Eufrat dan sujud menyembah baal. Namun dari situ, Allah memanggil keluar Abraham, lalu masuk ke tanah Kanaan, dan beranak cucu, Ishak, Yakub dan seterusnya.
Firman Tuhan Minggu ini, menyerukan kita sedikitnya 2 hal, yakni:
Pertama: Tuhan setia memenuhi janjiNya, maka kitapun kiranya setia dengan janji-janji kita. Kita dipanggil untuk menjadi anak Tuhan yang dapat dipercaya dengan segenap janji-janji yang kita ikrarkan. Harga diri dan identitas diri kita ditandai dengan seberapa setia dan komit kita memenuhi janji-janji kita dalam keseharian hidup ini.
Tuhan telah berjanji menyerahkan tanah Kanaan kepada Israel. Janji itu telah digenapiNya. Seluruh negeri itu diberikan TUHAN kepada orang Israel (ayat 43). Frasa “seluruh negeri” berarti berkat itu sungguh sempurna diberikan Tuhan (ayat 45).
Setelah keluar dari perbudakan Mesir, mereka menyeberangi sungai Yordan. Lalu mereka menduduki tanah itu, dengan mengalahkan orang Amori, Ferisy, bangsa Kanaan, orang Het, Girgasy, Hewi dan Yebusy (Yosua 24:11-14, 18).
Kedua: Tuhan mengaruniakan kita berkat keamanan dan berkat yang sempurna lewat kesuburan tanah di mana kita ditempatkan Tuhan hidup.
Seperti bangsa Israel, di tanah itu, TUHAN mengaruniakan mereka keamanan (“dipasonang”) ke segala penjuru. Tak seorangpun dari musuhnya yang tahan berdiri menghadapi mereka; semua musuhnya diserahkan TUHAN kepada mereka (ayat 44).
Negeri itu disebut dengan ‘tanah’ (Ibr: Nakhalah) sebagai tanda jati diri dan relasi yang mesra antara Tuhan dengan umat. Disebut kota, lambang kehormatan, yang bukan mereka dirikan. Mereka diberi kebun anggur dan zaitun, tanda kesuburan dan kemakmuran. Tanah, kota dan kebun, semua itu adalah anugerah Tuhan (Ul 6:10-12). Karena hanya pemberian Tuhan, maka kitapun hanya patut mengabdi kepadaNya saja.
Saudaraku yang kekasih ! Kemarin, Sabtu 1 Agustus, genaplah gereja kita HKBP Sudirman Medan berulangtahun ke-114, yang kita rayakan hari ini. Sungguh sebuah rentang waktu yang panjang untuk kita syukuri: 1 Agustus 1912-1 Agustus 2026. Tuhan maha baik menyertai kita dengan segala lika-liku kehidupan, baik perorangan, keluarga maupun dalam kehidupan bergereja.
Tuhan telah memenuhi janjiNya untuk memberkati kita. Di awal tahun 1910, keberadaan orang Batak Kristen di Medan terdengar kepada Ephorus HKBP Pdt Dr IL Nommensen. Beliau datang ke Medan dan tinggal di rumah Ds J Brink dari Gereja Protestante Kerk (GKI), dan menyampaikan kerinduannya melayani orang Batak Kristen.
Nommensen datang menjumpai dan mengumpulkan orang Batak Kristen. Beliau menanyakan keberadaan mereka, pekerjaan, kesetiaan iman serta godaan yang mereka hadapi. Mereka diingatkan agar setia kepada firman Tuhan yang telah mereka terima di bona pasogit, tetap berdoa, hidup saling membantu sekaligus menguatkan mereka agar teguh dalam imannya dan tidak berbalik memeluk agama lain.
Lalu, tanggal 1 Agustus 1912 berdirilah resmi HKBP Medan, dengan pelayanan yang dikoordinir oleh tuan Pdt Muller di Pematangsiantar. Saat itu, ibadah pertama dipimpin oleh Gr Josia Hutabarat, di konsistori Gereja Protestantche Kerk, Jalan H.Z. Arifin (depan Sun Plaza) Medan, dengan jumlah warga jemaat sekitar 30 orang. Ibadah perdana ini sekaligus menjadi hari lahir HKBP Medan.
Pada tahun 1950, pada acara penyerahan Pantoan Siantar (Universitas HKBP Nommensen) dari pihak Jerman ke HKBP. Saat itu, pembangunan gereja baru direncanakan di belakang gereja GPIB Jalan Mutiah. Di situ, Mr Jaidin Purba (Walikota Medan sekaligus warga jemaat HKBP Medan) berkata: “Ai boasa dipudipudi. Ingkon jadi BOHI ni Kota Medan do Garejanta i, ingkon di Pintu Gerbang ni Kota Medan”.
Akhirnya jadilah pertapakan gereja itu di Jln Jenderal Sudirman 17A Medan. Letaknya strategis, berada di persimpangan 2 jalan utama Jln Sudirman dan Jln Imam Bonjol, sekaligus pintu gerbang kota Medan via Bandara Polonia. Dengan kuat kuasa Tuhan, gereja inipun kini berdiri kokoh dengan partisipasi segenap umat, dari anak-anak Sekolah Minggu, NHKBP hingga dewasa, para pegawai swasta maupun negeri.
HKBP Jln Sudirman ini selesai dan diresmikan tanggal 17 April 1955 oleh Ephorus Dr Justin Sihombing. Kiranya doa, ibadah kita di gereja ini menjadi dupa yang harum di hadapan Tuhan, yang setia akan janjiNya memberkati kita. Kitapun kiranya setia dengan segenap janji kita, baik kepada diri sendiri, janji kepada teman, setia janji dalam pekerjaan, janji dalam keluarga terutama janji setia kita kepada Tuhan.
Panjang umur bagi kita segenap warga jemaat terkasih ! Diberkatilah gereja kita menjadi berkat bagi sesama, keluarga, masyarakat, gereja, bangsa dan bagi dunia ini. Diberkatilah saudara, memberkati saya dan memberkati kita semua. Amin !







Penulis
Pdt. Banner Siburian, M.Th
Administrator
Administrator
Pdt. Eva Marlina Sinaga, S.Th