(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Daily Bread

Kamis, 27 Agustus 2026 - JANGAN TAKUT, TUHAN MENYERTAIMU

27 Aug 2026 00:30 👁 19 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Kamis, 27 Agustus 2026 - JANGAN TAKUT, TUHAN MENYERTAIMU

"Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan." (Yesaya 41:10)

Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus! Kita hidup di era di mana kecemasan sering kali menjadi tamu yang datang tanpa diundang, Pikiran kita kerap dipenuhi oleh skenario buruk tentang masa depan, kesehatan, keuangan, atau keselamatan orang-orang yang kita cintai. Namun, di tengah situasi itu suara Tuhan membawa ketenangan yang bagi jiwa yang lelah. Suara itu tercatat dalam Yesaya 41:10.

Kalimat “Janganlah takut” tidak berdiri sendiri sebagai slogan motivasi yang kosong. Kekuatan dari perintah ini justru terletak pada kalimat berikutnya: “sebab Aku menyertai engkau.” Ketakutan kita sering kali lahir karena kita merasa sendirian di dalam ruang gelap persoalan. Ketika kita sadar bahwa Sang Pencipta alam semesta hadir di ruang yang sama, ketakutan itu kehilangan kekuatannya. Kehadiran-Nya mengubah segalanya.

Kita bimbang karena kita terlalu fokus pada ancaman yang ada di sekitar kita. Allah memotong rantai kecemasan itu dengan sebuah ungkapan identitas: “Aku ini Allahmu.” Ini adalah sebuah ikatan perjanjian yang tidak bisa diputuskan oleh situasi apa pun. Dia bukan Allah yang jauh dan tidak peduli. Saat mata rohani kita tertuju pada kebesaran-Nya, pandangan kita tidak lagi liar mencari-cari bahaya, melainkan tenang dalam kepastian perlindungan-Nya.

Allah tidak sebagai penonton perjuangan kita dari kejauhan. Dia berjanji untuk meneguhkan, menolong, dan memegang kita. Bayangkan sebuah tangan yang perkasa, tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan, yang menjangkau kita di titik terendah kita. Ketika kita merasa tidak lagi memiliki kekuatan untuk bertahan, tangan itulah yang menopang beratnya beban kita. Kita tidak diminta untuk memegang Allah dengan kekuatan kita yang rapuh, melainkan Alah yang memegang kita dengan kekuatan-Nya yang tak terbatas. Amin (JRT)

Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th

Penulis

Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th

Artikel Lainnya