(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Daily Bread

Selasa, 25 Agustus 2026 - Hidup Takut Akan Allah

25 Aug 2026 00:30 👁 7 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Selasa, 25 Agustus 2026 - Hidup Takut Akan Allah

Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat. Pengkhotbah 12:13-14

Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan.

Firman Tuhan hari ini membawa kita kepada kesimpulan yang sangat penting tentang arti hidup manusia. Setelah Pengkhotbah melihat banyak hal di dunia ini—kesenangan, pekerjaan, kekayaan, hikmat, keberhasilan, dan penderitaan—akhirnya ia berkata bahwa inti hidup adalah takut akan Allah dan berpegang pada perintah-Nya.

Takut akan Allah bukan berarti hidup dalam ketakutan yang membuat kita jauh dari Tuhan. Takut akan Allah berarti menghormati Tuhan, mengakui kuasa-Nya, dan menempatkan kehendak-Nya sebagai arah hidup. Orang yang takut akan Allah tidak hidup sembarangan, sebab ia sadar bahwa setiap perkataan, keputusan, dan perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

Dalam kehidupan sekarang, banyak orang menilai hidup hanya dari apa yang tampak: jabatan, uang, gelar, rumah, kendaraan, atau pujian manusia. Padahal firman Tuhan berkata bahwa Allah melihat juga hal-hal yang tersembunyi. Tuhan melihat motivasi hati, kejujuran, kesetiaan, dan kasih yang mungkin tidak dilihat orang lain. Karena itu, jangan lelah melakukan yang benar, walaupun tidak dipuji. Tuhan mencatat setiap ketaatan yang lahir dari iman, dan pada waktunya Ia memberi upah menurut kasih serta keadilan-Nya.

Ada ilustrasi sederhana: seorang siswa mungkin belajar hanya ketika guru sedang mengawasi. Tetapi siswa yang berkarakter baik tetap belajar dan berlaku jujur meskipun tidak ada yang melihat. Demikianlah hidup orang percaya. Kita hidup benar bukan karena takut dilihat manusia, tetapi karena kita tahu Tuhan selalu melihat dan mengasihi kita.

Garis besar renungan ini jelas: pertama, inti hidup adalah takut akan Allah; kedua, iman harus nyata dalam ketaatan; ketiga, setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Inilah dasar hidup yang tidak goyah oleh zaman.

Saudaraku, marilah kita hidup dengan hati yang jujur, rendah hati, dan taat kepada firman Tuhan. Jangan hanya mengejar yang kelihatan, tetapi bangunlah hidup yang berkenan kepada Allah. Amin.

Pdt. Jarnata Sirait, S.Th

Penulis

Pdt. Jarnata Sirait, S.Th

Artikel Lainnya