Kamis, 30 Juli 2026 - ALLAH ADALAH BUKIT BATU DAN KUBU PERTAHAN
Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th
Daily Bread
âLalu mulailah Petrus berbicara, katanya: âSesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepadaNya.â (Kisah para rasul 10:34-35)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Nas hari ini merupakan sebuah kisah heroik dari Petrus dalam menentang kemapanan adat-istiadat Yahudi yang selama ini membentuk karakter dan kepribadiannya. Sebagaimana diketahui bahwa betapa sulitnya seseorang berubah ketika ia sudah dibesarkan di dalam budaya atau tradisi secara turun-temurun. Apalagi jikalau hal itu berkaitan dengan identitas atau martabat seseorang. Tetapi kenyataannya dalam kisah ini, Petrus bisa berubah. Ia meninggalkan status quonya lalu membuka diri untuk menerima orang lain yang selama ini dipandang sebagai orang asing yang tidak pantas untuk diberi perhatian dan kini bagi Petrus, mereka adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan imannya.
Saudaraku! Nas hari ini berada dalam kisah perjumpaan Petrus dan Kornelius, yang adalah seorang pejabat pemerintahan Romawi yang pada saat itu merupakan komandan pasukan Italia.Namun sekalipun jabatannya tinggi, tetapi tidak menjadi penghalang baginya untuk mencari kebenaran. Dalam perjumpaannya dengan Petrus, ia dan keluarganya percaya akan Injil dan memberi diri dibaptis oleh Petrus di Kaisarea dan ini adalah buah pertama dari karya Roh Kudus melalui Petrus bagi pembangunan Gereja mula-mula di antara bangsa-bangsa non-Yahudi.
Saudaraku! Kisah tentang pembaptisan Kornelius ini merupakan titik awal dimana Tuhan hendak menyatakan kepada kita, bahwa berita Injil tidak boleh dikurung di antara tembok-tembok kokoh Yerusalem. Injil harus menembus ruang dan waktu, meruntuhkan sekat pemisah antara bangsa dan bahasa. Keselamatan yang dikerjakan Allah dalam Yesus Kristus adalah bagi semua orang (Yoh.3:16). Maka, sebagai pengikut Kristus yang telah menerima InjilNya, Tuhan menghendaki kita agar menyaksikanNya dalam segenap kehidupan kita. Ketika hendak melakukan apapun aktivitas kita hari ini, nyatakanlah berita Injil melalui perilaku hidup kita yang penuh kasih, tidak membeda-bedakan orang, suku, agama, atau ras tertentu, dan jadilah pendamai bagi semua orang dalam segala situasi. Amin!(AS)
Penulis
Pdt. Augustina Simaremare, S.Th
Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th
Pdt. Banner Siburian, M.Th
Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus, S.Th