Kamis, 23 Juli 2026 - GIDEON DIANGKAT MENJADI HAKIM
Gr. Tumpal Sitanggang
Daily Bread
Karena Anak manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang (Markus 10 : 45).
Saudara -saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, kecenderungan manusia senang dilayani, tetapi melayani malas, karena tidak mau capek. Pelayanan yang diberikan Yesus selama kehadiranNya di dunia, patut untuk kita teladani. Bayangkan saudara, Yesus mau membasuh kaki murid-muridnya, padahal para muridnya waktu itu Sebagian besar bekerja sebagai nelayan. Pada masyarakat waktu itu, sebagai nelayan adalah pekerjaan yang dianggap rendah, tidak dipandang. Sementara kedudukan Yesus  begitu tinggi, bahkan tidak ada pangkat atau kedudukan di dunia ini yang dapat melampaui pangkat atau  kedudukan Yesus. Yesus Adalah raja diatas segala raja, Anak Allah, Mesias yang turun ke bumi.
Tetapi kedatangan Yesus seperti yang dikatakanNya âDIA datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayaniâ. Yesus berkeliling, masuk dari satu daerah ke daerah yang lain ; keluar masuk kampung, menyebrang danau, berjalan kaki tiada henti, untuk mengajar, untuk menyembuhkan, untuk menghibur, untuk membangkitkan dan untuk menolong. Semua itu dilakukan di dalam kelemahlembutan dan kerendahan hati. Tidak pamer karena bisa menyembuhkan bahkan bisa menghidupkan orang mati. Bahkan Yesus sering berkata dalam pelayanan menyembuhkan, untuk tidak memperkatakan hal itu kepada orang lain. Penyembuhan orang kusta (Markus 1:44), penyembuhan orang tuli dan gagap ( Markus 7:36), penyembuhan anak perempuan Yairus (Markus 5:43). Yesus tidak membangga-banggakan diri untuk pamer, kemudian ingin dihormati ,dieluelukan, dilayani seperti layaknya seorang raja, ingin dipuji-puji dan diberitakan. Justru sebaliknya; yesus diam dan terus bekarja untuk melayani.Bukti kerendahan hati Tuhan kita.
Dalam konteks nats ini, sedang terjadi percakapan antara Yakobus dan Yohanes bersama Yesus, tentang siapa yang nantinya duduk disebelah kanan dan kiri Yesus dalam kemuliaanNya. Berebut tempat terhormat. Tuhan Yesus memberi mereka pengajaran, barang siapa hendak menjadi besar dan terkemuka hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Saya jadi teringat lagu âmelayani melayani lebih sungguhâ. Bagaimana kita harus mau melayani, karena sebagai pengikut Yesus itulah teladan yang diberikanNya bagi kita. Tuhan lebih dulu telah melayani. Melayani dalam ketulusan dan kerendahan hati, bukan menghendaki kedudukan supaya dipandang hebat. Tetapi melayani harus dipandang seperti âmelakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan, sehingga kita melakukan pelayanan dengan kerendahan hati, tidak menuntut upah, jabatan, kedudukan, uang, dll.Senang melakukan pelayanan, karena ingin melayani bukan untuk dilayani.
Penulis
Pdt. Linda Silaban, S.Th., M.M
Gr. Tumpal Sitanggang
Pdt. Eva Marlina Sinaga, S.Th
Pdt. Augustina Simaremare, S.Th