Minggu, 11 Oktober 2026 - ALLAH MEYUKAI KASIH SETIA
Pdt. Banner Siburian, M.Th
Daily Bread
“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (I Timoteus 6:10)
Jemaat yang dikasihi Allah, kita harus hati-hati menafsirkan Firman Tuhan bagi kita hari ini, sebab ada orang yang menafsirkan Firman ini dengan mengatakan bahwa orang percaya tidak memerlukan uang, sebab Allah lah yang memelihara kehidupan orang percaya. Padahal, bukan itu yang dimaksudkan Firman Tuhan ini. Bahkan Allah sendiri yang menyuruh manusia untuk berusaha dengan keras untuk memenuhi kehidupannya. Sebab dengan usaha manusia itulah Allah memeliharan dan memberkati kehidupan manusia.
Firman Tuhan hari ini menyoroti sikap manusia yang membuat uang menjadi tujuan utama dan segala-galanya didalam hidupnya. Dengan kata lain, dia menempatkan uang diatas segala-galanya dalam hidupnya, itulah yang disebut dengan mencintai uang. Ketika manusia sudah berpikir seperti itu, maka dosa akan selalu tumbuh dan semakin banyak dia lakukan. Ada orang, karena mengejar uang, dia membunuh, mencuri, memfitnah, menipu bahkan menghalalkan segala cara supaya dia mendapatkan uang itu. Dia tidak perduli, apakah yang dilakukannya itu berkenan diahadapan Tuhan atau tidak, yang terpenting banginya: dia mendapatkan uang sebanyak-banyaknya.
Saudara yang dikasihi Allah, Allah tidak melarang kita untuk mencari uang sebanyak-banyaknya. Allah juga tidak melarang kita menumpuk harta sebanyak-banyaknya. Allah menginginkan kita menggunakan segala apa yang kita punya itu menjadi alat untuk mendekatkan diri kita kepadaNya. Ibaratkan seseorang yang berlayar di tengah laut memakai perahu ke dermaga tujuannya. Jikalau dia tetap mengayuh perahunya diatas laut menuju dermaga tujuannya, maka selamatlah dia ke tujuannya. Tetapi bila dia biarkan air laut memasuki perahunya, maka tenggelam lah dia. Perahu itu adalah kehidupan kita, air laut itu adalah uang dan seluruh harta yang kita miliki. Bila kita biarkan uang dan segala yang kita miliki menguasai perahu kehidupan kita, maka tenggelam lah kita, tidak sampai ke dermaga kehidupan sorga yang kekal.
Penulis
Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th
Pdt. Banner Siburian, M.Th
Administrator
Administrator