(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Renungan & Khotbah

Minggu, 24 Mei 2026 - RAGAM KARUNIA DALAM SATU ROH !

23 May 2026 12:41 👁 4 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Minggu, 24 Mei 2026 - RAGAM KARUNIA DALAM SATU ROH  !

(1 Korintus 12:3-11)

Saudaraku yang kekasih !Selamat minggu Pentakosta bagi kita semua. Semoga pada minggu pencurahan Roh Kudus ini, hidup kita semua dipenuhi oleh Roh Tuhan. Amin !

Saudaraku ! Surat Korintus ini acap disebut “Surat air Mata”. Bukan karena surat itu ditulis dengan air mata, atau ditulis di dekat mata air, tetapi ditulis sambil berlinang air mata yang bercucuran. Mengapa ? Di jemaat Korintus muncul banyak persoalan. Kondisinya cukup buruk dan parah. Jemaat pecah. Karenanya, Paulus berduka, menangis berurai air mata kesedihan.

Perpecahan terjadi akibat ada orang yang menganggap dirinya lebih hebat dan lebih rohani karena beroleh karunia berbahasa lidah, dan yang lain dianggap lebih rendah. Jemaat Korintus meributkan berbagai ragam karunia. Persoalan itu laksana rayap menggerogoti tiang sehingga bangunan akan segera roboh. Padahal, karunia itu bukan diperoleh berdasarkan pilihan manusia, namun berdasarkan pemberian dan kehendak Allah.

Paulus meluruskan persepsi bahwa semua karunia itu datang dari Roh yang satu (ayat 11). Sebagian hanya berpikir untuk diri sendiri, tanpa merasa diri bagian yang utuh dari satu kesatuan yang integratif dengan sesamanya. Kesaling-tergantungan antara sesama sebagai tubuh Kristus haruslah dijaga, dipelihara dan dirawat.

Tujuan semua karunia itu adalah untuk membangun tubuh Kristus demi kemuliaan Allah. Karunia itu tidak pernah diberi Tuhan untuk mencari panggung kehormatan manusia, tetapi untuk menjadi berkat demi kebaikan bersama (ayat 7: “pros to sympheron”); bukan untuk pamer, mencari prestise atau untuk menaikkan status atau popularitas manusia, tetapi guna kebaikan jemaat.

Tantangan bagi para pengkhotbah misalnya harus menempatkan diri agar jangan sampai puji-pujian kepada Tuhan bergeser menjadi pujian kepada diri sendiri. Para song leader dan pelayan musik haruslah melayani dengan rendah hati, sehingga secara bersama dengan warga jemaat, mereka dapat fokus menyembah Tuhan dan sama-sama bertumbuh di dalam Kristus.

Perikope 1 Korintus 12:3-11 ini, merupakan teks kunci tentang ragam karunia Roh dan kesatuan tubuh Kristus. Kepada kita semua diberi beragam karunia, tetapi satu Roh dan satu tujuan. Semua karunia itu harus semakin membuat kita taat kepada Kristus sekaligus membuat sesama menjadi semakin dekat dan mesra satu sama lain.

Bilamana “karunia” itu menjadikan seseorang menjadi tinggi hati dan sombong, bahkan menjadi pemicu perpecahan dalam gereja, pasti itu bukan karunia dari Roh Kudus. Semua penerima karunia harus hidup dalam kasih. Bila tidak, mereka tidak obahnya seperti gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing, yang tidak berguna atau berfaedah (1 Korintus 13:1-3).

Paulus menggambarkan kepelbagaian organ tubuh, berbeda-beda fungsi dan tempat, tetapi saling menopang satu sama lain (Unity in Diversity). Meski kegunaan, tempat dan fungsi organ tubuh itu berbeda-beda, namun semuanya bertanggungjawab menjungjung kesatuan. Tuhan menetapkan tempat dan fungsi masing-masing, bukan supaya yang satu menonjol, yang lain diabaikan.

Kalau tubuh kita semua hanya telinga, itu tentu bukan manusia, bukan ? Itu mungkin hanyalah daging yang salah potong. Bila tempat telinga bergeser ke paha, hidung ke telapak kaki, mata jadi ke lutut, wah, seram juga. Betapa mulianya kita dicipta Tuhan sedemikian rupa. Tuhan pun dimuliakan, bila kita setia dalam peran masing-masing sesuai dengan karunia yang ada pada kita.

Kunci untuk mengelola perbedaan itu ialah KASIH. Dengan kasih, kita sadar bahwa kita berbeda, tetapi sekaligus sadar bahwa kita harus saling membutuhkan dan saling menopang. Kasih ditandai dengan kerelaan kaki untuk menerima mata, tangan rela menerima telinga, mulut rela menerima hidung. Semua anggota tubuh harus saling menerima dan bekerjasama. Itulah tanda gereja yang sehat.

Selamat melayani dengan setia dan rendah hati sesuai dengan karunia yang diberikan Tuhan kepada kita masing-masing. Roh yang satu yang memberikanNya bagi kita, menghendaki agar kita memakai karunia itu hanya untuk hormat dan kemuliaan Tuhan serta untuk kebaikan kita bersama. Amin !

Pdt. Banner Siburian, M.Th

Penulis

Pdt. Banner Siburian, M.Th

Artikel Lainnya