(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Daily Bread

Jumat, 9 Oktober 2026 - Kompas Hati Di Tengah Badai

09 Oct 2026 00:30 👁 4 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Jumat, 9 Oktober 2026 - Kompas Hati Di Tengah Badai

“Kiranya Tuhan mengarahkan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus.” (2 Tesalonika 3:5)

Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus ! Dunia hari ini bergerak dengan sangat cepat, menuntut kita untuk selalu produktif, instan, dan kompetitif. Di tengah kesibukan yang melelahkan atau mungkin pergumulan hidup yang berat, sangat mudah bagi hati kita untuk kehilangan arah. Kita bisa menjadi kecewa, lelah secara rohani, atau bahkan kehilangan iman. Dalam keadaan seperti itu, Rasul Paulus menaikkan sebuah doa yang sangat mendalam: “Kiranya Tuhan mengarahkan hatimu...” Kata "mengarahkan" di sini menggunakan istilah yang berarti menyingkirkan rintangan atau meluruskan jalan. Paulus tahu bahwa hati manusia adalah ruang yang rumit dan mudah berbelok arah. Oleh karena itu, ia meminta intervensi ilahi agar Tuhan sendiri yang memimpin hati kita ke dua arah krusial:

1. Kepada Kasih Allah

Ketika masalah datang bertubi-tubi, bisikan terjahat yang sering muncul di pikiran kita adalah: "Apakah Tuhan masih mengasihiku?" Saat hati mulai meragukan kebaikan-Nya, kita akan menjadi lemah. Rasul Paulus rindu agar jemaat Tesalonika dan kita hari ini berakar kuat di dalam kesadaran akan kasih Allah yang tidak bersyarat dan tidak berubah. Kasih Allah adalah jangkar. Ketika kita tahu dan percaya penuh bahwa kita dikasihi oleh Pencipta alam semesta, badai apa pun di luar sana tidak akan mampu menghancurkan kedamaian di dalam batin kita.

2. Kepada Ketabahan Kristus

Mengarahkan hati kepada ketabahan Kristus berarti memandang Yesus sebagai teladan tertinggi dalam menghadapi penderitaan. Kristus tidak menjalani jalan yang mudah selama di bumi; Ia ditolak, dikhianati, disiksa, hingga disalibkan. Namun, Ia menghadapinya dengan ketabahan yang sabar, ketaatan penuh, dan keteguhan iman. Ketabahan Kristen bukanlah kepasrahan yang pasif atau nasib sial yang terpaksa diterima. Ketabahan sejati adalah kekuatan supranatural dari Roh Kudus yang memampukan kita untuk terus melangkah maju, terus berbuat baik, dan tetap berdiri teguh meski situasi sama sekali tidak berpihak pada kita. Amin ! (JRT)

Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th

Penulis

Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th

Artikel Lainnya