Rabu, 3 September 2026 - KESETIAAN PADA ALLAH TIDAK SIA-SIA
Gr. Tumpal Sitanggang
Daily Bread
Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima. Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini. Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 2 Petrus 1:10-14
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan.
Firman Tuhan hari ini menasihati kita agar sungguh-sungguh meneguhkan panggilan dan pilihan kita di hadapan Allah. Rasul Petrus tahu bahwa hidup manusia di dunia ini sementara, seperti “kemah tubuh” yang suatu saat akan ditanggalkan. Karena itu, selama masih ada waktu, ia terus mengingatkan jemaat supaya tidak lalai dalam iman, tetapi hidup semakin teguh di dalam Kristus.
Meneguhkan panggilan bukan berarti kita menyelamatkan diri dengan kekuatan sendiri. Keselamatan adalah anugerah Tuhan. Namun orang yang sudah diselamatkan dipanggil untuk hidup bertanggung jawab: bertumbuh dalam iman, menjaga kekudusan, setia berdoa, mengasihi sesama, dan melakukan kebenaran. Iman yang teguh tidak hanya diucapkan, tetapi tampak dalam keputusan dan perbuatan sehari-hari. Di rumah, di tempat kerja, di gereja, dan di tengah masyarakat, panggilan itu harus terlihat melalui kejujuran, kerendahan hati, kesabaran, dan kesediaan menjadi berkat.
Ada ilustrasi sederhana. Seorang penumpang yang sudah memiliki tiket perjalanan tetap harus berjaga, melihat jadwal, membawa barang seperlunya, dan masuk ke pintu keberangkatan yang benar. Tiket itu penting, tetapi ia tetap harus siap. Demikian juga hidup kita. Kristus telah memberi anugerah keselamatan, tetapi kita dipanggil berjaga dan hidup sesuai panggilan-Nya. Jangan terlena, sebab kesempatan melayani dan bertobat tidak selalu datang dua kali. Biarlah setiap langkah kita menjadi jawaban iman kepada-Nya.
Garis besar renungan ini jelas: pertama, panggilan Tuhan harus diteguhkan melalui hidup yang setia; kedua, hidup di dunia ini sementara, karena itu jangan menunda pertobatan; ketiga, orang percaya diarahkan menuju Kerajaan kekal Tuhan Yesus Kristus.
Saudaraku, mari periksa hidup kita hari ini. Jangan biarkan iman menjadi dingin karena kesibukan, luka hati, atau godaan dunia. Tetaplah setia dalam firman, doa, pelayanan, dan kasih. Hidup ini singkat, tetapi panggilan Tuhan kekal. Berbahagialah orang yang tetap teguh sampai akhir. Amin.
Penulis
Pdt. Jarnata Sirait, S.Th
Gr. Tumpal Sitanggang
Pdt. Eva Marlina Sinaga, S.Th
Pdt. Augustina Simaremare, S.Th