Tata Ibadah dan Warta Jemaat, Minggu 6 September 2026
Administrator
Daily Bread
“Firman-Nya lagi kepadaku: ”Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan” (Wahyu 21: 6)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Alfa dan Omega adalah huruf pertama dan terakhir dalam abjad Yunani. Ungkapan itu menunjukkan kesempurnaan dan totalitas. Allahlah yang memulai segala sesuatu dan menyelesaikan segala sesuatu. Dan, semua itu diperbuat-Nya bagi orang yang menang. Hidup itu bak perlombaan. Kemenangan adalah kala seseorang bertahan hingga akhir sebagai Kristen. Hal yang terpenting bukanlah awal, namun akhir hidup; bukan berapa lama hidup kita, namun bagaimana hidup dijalani! Bagi dialah hidup kekal itu. Itulah yang mesti kita perjuangkan dalam hidup sekarang ini. Sebab, tiada kemenangan tanpa perjuangan
Manusia yang hidup di dunia ini pasti pernah mengalami penderitaan yang mengeluarkan air mata. Hidup di dunia ini diwarnai air mata yang tak kunjung habis. Air mata senantiasa mengikuti perjalanan hidup manusia sejak ia dilahirkan. Kelahiran bayi pun diawali tangisan dan tetesan air mata, begitu keluar dari rahim ibunya ia sudah mulai menangis. Ini adalah air mata pertamanya saat pertama kali ia melihat dunia. Ketika orang meninggalkan dunia ini kembali ditutup dengan linangan air mata dari keluarga, teman dan para sahabat.
Ketika kita ada di dunia ini, pastilah kita tidak akan pernah lepas dari yang namanya pergumulan, masalah, tekanan dan himpitan dan semuanya itu akan menimbulkan kesedihan, kekecewaan bahkan tangisan. Kita tidak dapat menghindari hal itu karena hidup kita dan masalah itu seperti rel kereta api yang selalu bersama-sama. Hari ini kita diajarkan, jangan takut, jangan putus asa. Masalah, pergumulan boleh terjadi dalam hidup kita. Tidak dapat kita hindari bahwa tangisan itu pasti ada, namun kita tidak boleh berlama-lama dalam kesedihan itu. Bangkit kembali, terus maju sampai akhir karena kita yakin dan percaya bahwa setiap air mata kita akan diubah menjadi tarian dan sukacita yang besar di surga nanti. Amin (ARS)
Penulis
Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus, S.Th
Administrator
Administrator
CPdt. Carel HA Siburian, MTh