(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Daily Bread

Senin, 22 Juni 2026 - KITA BUKAN LAGI HAMBA, TAPI AHLI WARIS

22 Jun 2026 00:30 👁 23 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Senin, 22 Juni 2026 - KITA BUKAN LAGI HAMBA, TAPI AHLI WARIS

“Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.” (Galatia 4:7) 

Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Dalam masyarakat Romawi yang menjadi konteks umat di Galatia, seorang anak diakui sebagai seorang dewasa dalam sebuah festival yang dikenal dengan nama Liberalia. Dalam festival tersebut seorang anak akan secara formal diterima oleh ayahnya sebagai anak dan ahli warisnya. Anak laki-laki akan menyerahkan bolanya dan anak perempuan menyerahkan bonekanya kepada dewa Apolo sebagai tanda bahwa ia bersedia meninggalkan semua sifat kekanak-kanakannya. Tradisi inilah yang melatarbelakangi nasehat Paulus kepada jemaat di Galatia. Mereka diminta meninggalkan roh-roh dunia yang telah memperhamba mereka, sebab kini di dalam Kristus, kita telah diangkat Allah menjadi anak-anakNya dan berhak menjadi ahli waris kerajaanNya.

Saudaraku! Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, hubungan manusia dengan Allah sudah menjadi rusak. Gambaran kejatuhan ke dalam dosa itu menunjukkan bahwa manusia pertama itu telah diperhamba oleh keinginannya dan godaan dari sekelilingnya, sehingga dengan berani untuk memberontak kepada perintah Allah. Namun di dalam Yesus Kristus, upah dosa yang adalah maut atau kematian selama-lamanya itu digantikan menjadi kehidupan yang kekal. Ada pengharapan hidup baru bagi mereka yang menerima dan percaya kepada pengorbanan Yesus Kristus. Hidup kita tidak lagi diperhamba oleh keinginan dan godaan si iblis, tapi bersama Kristus, dalam kematian dan kebangkitanNya serta melalui kekuatan RohNya, maka kita dimenangkan menjadi anak-anakNya dan ahli warisNya.

Saudaraku! Kini apa yang dimintakan firman ini bagi kita? Ingatlah akan identitas kerohanianmu dalam Kristus, yang mana kita adalah anak Allah dan ahli warisNya. Kita berbeda dengan dunia ini karena kita bukan anak-anak dunia. Maka jangan berikan lagi hati, pikiran dan kehidupanmu menuruti kehendak dunia yang penuh kepalsuan dan kejahata ini. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, jangan sampai tergoda akan sebuah kenikmatan dan proses yang instan. Bersama Tuhan, kita pasti dapat memenangkan segala perkara. Amin!(AS)

Pdt. Augustina Simaremare, S.Th

Penulis

Pdt. Augustina Simaremare, S.Th

Artikel Lainnya