Tata Ibadah dan Warta Jemaat, Minggu 17 Mei 2026
Administrator
Daily Bread
"Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu." (Ayub 19:25)
Saudaraku yang terkasih! Pernahkah anda merasa berada di titik terendah, di mana iman terasa kering, dan masalah hadir bertubi-tubi membuat anda meragukan kebaikan Tuhan? Dalam Ayub 19, kita melihat seorang manusia yang kehilangan segalanya - keluarga, kekayaan, kesehatan, bahkan kehormatannya. Teman-temannya menyalahkan dirinya, dan seolah-olah Tuhan diam.
Di tengah puing-puing reruntuhan hidupnya, di atas "debu" kesedihan, Ayub meneriakkan sebuah pernyataan iman yang luar biasa: "Tetapi aku tahu: Penebusku hidup...". Ayub tidak berkata "aku berharap", melainkan "aku tahu". Ini adalah keyakinan iman, bukan sekadar optimisme palsu. “Penebus Itu Hidup (Aktif dan Nyata)” Ayub menegaskan bahwa Tuhan bukan sekadar ide teologis atau kekuatan abstrak. Tuhan adalah "Penebus yang Hidup". Meskipun keadaannya mati dan hancur, Penebusnya tetap hidup dan berkuasa. Hari ini, ingatlah bahwa Kristus - Penebus kita - hidup dan berdaulat atas situasi Anda, betapapun kelamnya itu. Ayub percaya bahwa meskipun kulitnya rusak dan tubuhnya hancur, pada akhirnya Tuhan akan membela dirinya. Debu adalah simbol kerapuhan, kematian, dan penderitaan. Namun, Penebus kita akan "bangkit di atas debu". Tuhan tidak membiarkan kita berjuang sendirian; Dia adalah pembela kita di tengah keraguan dan tuduhan musuh. Iman Ayub melampaui penderitaannya. Ia berpegang pada pengharapan kekal, percaya bahwa kebenaran akan menang pada akhirnya. Saat kita tidak melihat jalan keluar hari ini, berpeganglah pada janji bahwa Tuhan memiliki rencana yang indah dan keadilan-Nya akan ditegakkan.
Saudaraku! Jadikan Allah "Penebusku Hidup" sebagai jangkar jiwa anda. Ketika penderitaan menghampiri hidup mu, ketika keadan serasa menyesakkan, ketika sukacita sepertinya jauh dari hidup mu bahkan penderitaan silih berganti, katakanlah seperti Ayub: "Aku tahu Penebusku hidup." Jangan biarkan debu masalah menutupi pandangan iman anda. Tetapi Allah kita Allah yang peduli dan penuh kasih mengangkat kita dari lembah kekelaman untuk hidup yang penuh sukacita. Amin (JRT)
Penulis
Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th
Administrator
Administrator
Pdt. Banner Siburian, M.Th