Rabu, 10 Juni 2026 - HANYA YESUS JALAN KESELAMATAN
Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th
Daily Bread
“Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan menyembah dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu..” (Daniel 3: 17-18)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Setiap manusia pasti pernah mengalami tandangan, tidak hanya dalam segi pekerjaan , keluarga dan juga berjemaat, tatpi juga dalam pelayanan. Akan selalu ada penolakan, akan selalu ada penindasan bagi orang percaya. Namun keteguhan hati dan kesetian untuk memberitakan injil seharusnya tidak boleh surut dari kehidupan orang yang mengaku percaya kepada Yesus. Tugas dan panggilan orang percaya adalah untuk menjadi berkat agar dunia percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan sang Juruselamat. Ketaatan dan keteguhan hidup orang percaya akan menjadi sarana kesaksian bagi orang lain yang belum percaya bahkan menolak Yesus. Iman yang teguh adalah ketika orang percaya mampu benar-benar percaya dan menyerahkan hidup dan masa depan kedalam tangan Tuhan.
Kitab Daniel pasal 3 mengangkat kisah perjuangan iman Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Mereka adalah orang Yahudi, rekan Daniel yang diangkat menjadi petinggi di kerajaan Babel. Ketika itu Raja Babel, Nebukadnezar, membuat patung setinggi 27 meter dan menyuruh penduduknya tanpa terkecuali untuk menyembah patung itu. Mereka yang tidak melakukannya akan dimasukkan ke dalam dapur api. Mereka harus memilih menyembah patung atau dapur api, mempertahankan gaji dan kedudukan atau kehilangan semuanya.
Dalam Daniel 3:17–18 terdapat pelanggaran perintah raja dan mempertaruhkan nyawa mereka daripada melayani atau menyembah allah mana pun selain Allah mereka sendiri. Hidup mereka pada akhirnya menjadi pengakuan iman bagi orang lain. Setialah Dalam iman, apapun tantangan hidup ini, lakukanlah kehendak Tuhan supaya keselamatan selalu melingkupi hidup kita Amin. (ARS)
Penulis
Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus, S.Th
Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th
Pdt. Banner Siburian, M.Th
Pdt. Banner Siburian, M.Th