Senin, 6 Juli 2026 - MENJADI TELADAN DALAM IMAN
Pdt. Linda Silaban, S.Th., M.M
Daily Bread
Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari, nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar serta dipersembahkan korban bagi nama-Ku, juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman Tuhan semesta alam. Maleakhi 1:11
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa nama Tuhan besar dan mulia di seluruh bumi. Dari terbit matahari sampai terbenamnya, tidak ada tempat yang luput dari kuasa dan kemuliaan-Nya. Tuhan bukan hanya Allah bagi satu bangsa, satu gereja, atau satu kelompok saja. Ia adalah Tuhan semesta alam, yang layak disembah oleh semua manusia.
Pada zaman Maleakhi, umat Tuhan sering mempersembahkan ibadah yang tidak sungguh-sungguh. Mereka memberi kepada Tuhan, tetapi bukan yang terbaik. Mereka beribadah, tetapi hatinya jauh. Karena itu Tuhan menegaskan bahwa nama-Nya tetap besar, sekalipun manusia sering tidak menghormati-Nya dengan benar.
Renungan ini mengajak kita memeriksa ibadah dan hidup kita. Apakah kita datang kepada Tuhan dengan hati yang tulus? Apakah pekerjaan, pelayanan, keluarga, dan perkataan kita sudah memuliakan nama-Nya? Jangan sampai kita hanya memuji Tuhan di gereja, tetapi hidup sehari-hari tidak mencerminkan kemuliaan Tuhan.
Ada ilustrasi sederhana: matahari tetap bersinar, meskipun ada orang yang menutup jendela rumahnya. Terangnya tidak berkurang. Demikian juga kemuliaan Tuhan. Manusia boleh mengabaikan-Nya, tetapi kebesaran-Nya tetap tidak berubah. Yang rugi justru manusia yang menutup hatinya dari terang Tuhan.
Garis besar renungan ini jelas: pertama, nama Tuhan besar di segala tempat; kedua, ibadah kita harus lahir dari hati yang tulus; ketiga, seluruh hidup kita harus menjadi persembahan yang tahir bagi Tuhan.
Saudaraku, mari muliakan Tuhan bukan hanya dengan bibir, tetapi dengan hidup yang benar, rendah hati, dan penuh syukur. Amin.
Penulis
Pdt. Jarnata Sirait, S.Th
Pdt. Linda Silaban, S.Th., M.M
Administrator
Administrator