(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Daily Bread

Selasa, 15 September 2026 - Hidup yang Dikehendaki Tuhan

15 Sep 2026 00:30 👁 2 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Selasa, 15 September 2026 - Hidup yang Dikehendaki Tuhan

Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu? Mika 6:8

Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan.

Firman Tuhan hari ini sangat sederhana, tetapi dalam maknanya. Nabi Mika menegaskan bahwa Tuhan sudah menyatakan apa yang baik bagi manusia: berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup rendah hati di hadapan Allah. Tuhan tidak mencari ibadah yang hanya indah di luar, tetapi hati yang benar dan kehidupan yang nyata memuliakan Dia.

Berlaku adil berarti kita tidak merugikan orang lain, tidak menindas yang lemah, tidak memutarbalikkan kebenaran, dan tidak memilih kasih hanya kepada orang yang menguntungkan kita. Mencintai kesetiaan berarti kita hidup dalam kasih, belas kasihan, dan komitmen yang tidak mudah berubah. Rendah hati di hadapan Allah berarti kita sadar bahwa hidup ini bukan milik kita sendiri, melainkan anugerah Tuhan yang harus dijalani menurut kehendak-Nya.

Dalam kehidupan sekarang, banyak orang mengejar penampilan rohani, jabatan, pujian, dan keberhasilan. Namun Tuhan melihat lebih dalam: apakah kita adil dalam keluarga, jujur dalam pekerjaan, setia dalam pelayanan, dan rendah hati dalam mengambil keputusan? Jangan sampai kita rajin beribadah, tetapi kasar di rumah; fasih berkata rohani, tetapi tidak jujur dalam tanggung jawab.

Ada ilustrasi sederhana: sebuah timbangan yang benar tidak memilih siapa yang sedang menimbang. Ia tetap menunjukkan ukuran yang jujur. Demikianlah hidup orang percaya. Di mana pun berada, kita dipanggil menjadi pribadi yang lurus, dapat dipercaya, dan tidak berpura-pura.

Garis besar renungan ini jelas: pertama, Tuhan sudah menunjukkan jalan hidup yang baik; kedua, iman harus tampak dalam keadilan dan kesetiaan; ketiga, semua itu harus dijalani dengan rendah hati di hadapan Allah.

Saudaraku, marilah hari ini kita tidak hanya berkata percaya, tetapi hidup sebagai orang yang adil, setia, dan rendah hati. Mulailah dari hal kecil: berkata benar, menolong yang lemah, meminta maaf bila salah, dan bersyukur tanpa menyombongkan diri. Itulah ibadah yang menyenangkan hati Tuhan. Amin.

Pdt. Jarnata Sirait, S.Th

Penulis

Pdt. Jarnata Sirait, S.Th

Artikel Lainnya