(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Daily Bread

Sabtu, 5 September 2026 - TEMPAT TERBAIK UNTUK MELETAKKAN PENGHARAPAN

05 Sep 2026 00:30 👁 10 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Sabtu, 5 September 2026 - TEMPAT TERBAIK UNTUK MELETAKKAN PENGHARAPAN

"Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: ‘Allah kami!’ kepada buatan tangan kami; karena oleh Engkau anak yatim mendapat kasih sayang."  (Hosea 14:3)

Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami. Kiranya kasih karunia Tuhan senantia menaungi hidup kita. Saudaraku! Dalam sejarah Israel, Asyur melambangkan kekuatan politik, sementara kuda melambangkan kekuatan militer dan strategi manusia. Ketika berada dalam masalah, bangsa Israel sering kali berlari mencari aliansi politik atau mengandalkan kekuatan militer daripada sujud menyembah Tuhan. Melalui nabi Hosea, Tuhan mengingatkan bahwa semua kekuatan itu semu.

1. Jangan Bersandar Kepada Berhala

Di dunia modern, kita mungkin tidak lagi mengandalkan Asyur atau menunggangi kuda perang. Namun, kita sering kali memiliki "Asyur" dan "kuda" versi kita sendiri. Kita mengandalkan saldo tabungan, koneksi orang dalam, gelar akademis, atau ego dan strategi kita sendiri untuk menyelamatkan diri dari badai kehidupan. Ayat ini mengingatkan bahwa semua itu adalah berhala modern yang tidak mampu memberikan keselamatan sejati.

 2. Menemukan Kasih Dan Perlindungan Allah yang Sempurna
Bagian akhir dari ayat ini: "...karena oleh Engkau anak yatim mendapat kasih sayang." Status anak yatim di zaman purbakala melambangkan kondisi yang paling rentan, tidak memiliki pelindung, tidak punya warisan, dan tidak punya status sosial. Ketika kita melepaskan ketergantungan pada kekuatan dunia dan mengakui keterbatasan kita, kita sebenarnya sedang memosisikan diri seperti anak yatim di hadapan Allah. Bukan untuk meratapi nasib, melainkan untuk menerima pelukan kasih sayang-Nya. Di hadapan Tuhan, kelemahan kita justru menjadi ruang bagi kuasa dan belas kasihan-Nya yang sempurna untuk bekerja.

Mari periksa hati kita hari ini. Di manakah kita meletakkan rasa aman kita? Jika kita sedang lelah karena terus mengandalkan kekuatan sendiri, datanglah kepada-Nya. Akui keterbatasan kita, lepaskan "buatan tangan" kita, dan biarkan Allah yang kekal memulihkan serta memeluk kita dengan kasih-Nya. Amin  (JRT)

Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th

Penulis

Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th

Artikel Lainnya