(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Daily Bread

Sabtu, 4 Juli 2026 - ALLAH SENDIRI TEMBOK DAN KEMULIAANKU

04 Jul 2026 00:30 👁 35 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Sabtu, 4 Juli 2026 - ALLAH SENDIRI TEMBOK DAN KEMULIAANKU

Dan Aku sendiri, demikianlah firman Tuhan, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan aku menjadi kemuliaan di dalamnya (Zakaria 2: 5)

Saudaraku yang terkasih dalam Nama Yesus Kristus, Tuhan kita. Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman, semoga hidup kita dinaungi oleh kasih Tuhan. Coba kita bayangkan jika kita disuruh tinggal di rumah tanpa pagar, tanpa pintu, di tengah kota yang nggak aman. Takut kan? Itulah keadaan Israel setelah pulang dari Babel. Yerusalem hancur, temboknya runtuh. Nabi Zakharia dapat penglihatan: ada orang mau ngukur kota buat bangun tembok. Tapi Tuhan bilang: "Stop. Nggak usah diukur." Kenapa? Karena jawabannya bukan tembok batu. Jawabannya: "Aku sendiri".

ALLAH SENDIRI: PENJAGA HIDUP. Tuhan bilang: "Kamu nggak perlu tembok batu. Aku yang jadi tembokmu." Artinya: Keamananmu bukan di gaji, bukan di koneksi, bukan di asuransi, bukan di pasanganmu. Keamanan sejati cuma di Tuhan, (bnd saat Daud dikejar Saul, dia bilang: "TUHAN adalah gunung batuku" (Mzm 18:2). ALLAH SENDIRI: PUSAT HIDUPMU. "Dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya" Tuhan nggak cuma mau jadi satpam yang jaga dari luar. Dia mau tinggal di dalam. Tembok itu di luar. Kemuliaan itu di dalam. Tuhan mau lebih dari sekadar melindungi kamu. Dia mau jadi kebanggaanmu, sukacitamu, alasan kamu hidup. 1 Korintus 6:19 "tubuhmu adalah bait Roh Kudus" Kemuliaan Allah sekarang nggak di gedung, tapi di dalam kamu yang percaya. ALLAH SENDIRI: CUKUP BAGIMU. Tuhan bilang: "Kalau Aku ada, itu cukup."

Saudaraku, Zakharia 2:5 menunjuk ke Yesus. Yohanes 1:14 "Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita". Di kayu salib, tembok pemisah antara kita dan Allah dirubuhkan. Sekarang Roh-Nya jadi "tembok berapi" dan "kemuliaan" di dalam hati. Karena selama Allah ada, kita aman. Selama Allah ada, hidup kita mulia. Amin (TS)

Gr. Tumpal Sitanggang

Penulis

Gr. Tumpal Sitanggang

Artikel Lainnya