Tata Ibadah dan Warta Jemaat, Minggu 31 Mei 2026
Administrator
Daily Bread
“Marilah, baiklah kita beperkara! firman TUHAN -- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” (Yesaya 1:18)
Jemaat dikasihi Yesus Kristus, Firman Tuhan hari ini menggambarkan betapa demokratisnya Allah kepada umat manusia. Sekalipun manusia itu telah banyak melakukan dosa dan kesalahan, Allah tidak langsung menghukum manusia itu (sekalipun Dia berhak untuk melakukannya). Sebaliknya, Allah memanggil (“Marilah…..”) manusia itu untuk berperkara, betapa banyak dosa yang mereka lakukan sehingga tidak pantas membenarkan diri dihadapan Tuhan; dan betapa kasihnya Allah yang bersedia membersihkan dosa mereka.
Allah hanya menginginkan manusia itu datang kepadaNya dengan penuh rendah hati dan mengaku segala keberdosaan mereka kepada Allah. Tidak ada gunanya membela diri dengan memberikan berbagai alasan untuk membenarkan segala perbuatan dosa. Sebab Allah itu adalah Allah yang maha tahu, perbuatan yang tersebunyi sekalipun tidak pernah luput dari mataNya. Sekalipun sesama manusia tidak tahu, tetapi Allah mengetahui semuanya.
Allah hanya meminta kita untuk datang dan dibersihkanNya segala dosa kita, bukan sebaliknya: kita berusaha untuk hidup bersih tanpa noda baru datang kepada Tuhan. Inilah yang sering dipahami atau bahkan dikambing hitamkan oleh orang lain untuk menghambat dirinya datang kehadapan Tuhan. Menurutnya, Tuhan tidak akan menerima orang yang berdosa sepertinya, sehingga dia tidak datang dalam setiap peribadahan. Padahal, orang-orang yang merasa dirinya penuh dosalah, yang harusnya datang kepada Allah yang bisa menghapus dan membersihkan dosa manusia. Sebab, tidak ada satupun dari hidup manusia itu sendiri yang dapat menghapus dosa-dosanya. Perkataan, perbuatan, penglihatan bahkan apa yang dipikirkan manusia itu sendiri, semuanya sudah ternoda dengan dosa. Maka, hanya Allah lah yang dapat menghapus segala dosa yang dilakukan manusia. Manusia hanya dituntut untuk datang kepadaNya dengan penuh kerendahan hati untuk mengaku keberdosaannya, dan memohon dengan sungguh pengampunan Allah.
Penulis
Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th
Administrator
Administrator
Pdt. Banner Siburian, M.Th