Selasa, 18 Agustus 2026 - RENCANA ALLAH TAK PERNAH GAGAL
Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus, S.Th
Daily Bread
“Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tessalonika 5:16-18)
Saudaraku yang dikasihi Yesus Kristus Raja Gereja, Firman Tuhan hari ini berbicara tentang karakteristik pengikut Kristus yang benar. Sebab, saat ini banyak orang mengaku sebagai pengikut Kristus tetapi tidak benar berlaku sebagai pengikut Kristus. Dia selalu mengakatan bahwa dia pengikut Kristus, tetapi satupun ajaran dari Kristus itu tidak pernah dia lakukan dan hidupi. Sekarang, mari kita intropeksi diri, apakah kita pengikut Kristus yang benar atau tidak ?
Bila kita mengaku sebagai pengikut Kristus yang benar, maka minimal ada 3 hal yang harus ada dalam hidup kita: pertama, bersukacita senantiasa. Pengikut Kristus yang benar pasti dapat bersukacita sekalipun hidupnya sedang dalam keadaan susah atau dalam kesulitan. Dia akan dimampukan untuk menemukan suatu pengharapan dalam kesulitan sekalipun. Baginya, Tuhan akan selalu buka jalan bagi orang yang berseru dan memanggil namaNya. Itulah sebabnya, kesulitan dan pergumulan tidak bisa menghambat sukacitanya, sebab Allahnya lebih besar dari kesulitan dan pergumulan itu.
Kedua, tetap berdoa. Bagi pengikut Kristus yang benar, doa adalah jembatan komunikasi yang harus dan terus terhubung dengan Allah. Tidak ada satu haripun yang dapat berlalu, bila tidak memanjatkan doa. Doa baginya adalah keharusan dan ketergantungan. Tanpa doa, dia tidak akan dapat memulai dan mengakhiri segala apa yang akan dan sedang bahkan sudah dilakukan. Hanya oleh karena kuasa dan pertolongan Tuhanlah yang memampukan, membuat berhasil dan menjauhkan dari bara bahaya dalam hidupnya. Tidak ada satupun kuasa dan kemampuan dalam dirinya dapat melakukan sesuatu hal, bila Tuhan tidak mengijinkan. Ketiga, mengucap syukur dalam segala hal. Bagi pengikut Kristus yang benar, rancangan Allah lah yang terbaik dan harus terjadi dalam hidupnya. Sehingga, kegagalan atau keberhasilan dia pandang sebagai anugerah Allah yang harus dijalani dengan baik dan penuh tanggung jawab, itulah sebabnya dia selalu bersyukur dalam hidupnya.
Penulis
Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th
Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus, S.Th
Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th
Administrator