(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Renungan & Khotbah

Minggu, 26 April 2026 - HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAK !

25 Apr 2026 19:08 👁 1,012 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Minggu, 26 April 2026 - HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAK !

Renungan Minggu, 26 April 2026:
HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAK !
(Kisah Rasul 2:22-28)

Selamat Minggu bagi kita semua. Semoga Minggu ini menjadi minggu sukacita bagi kita dan menjadi pujian sorak-sorai bagi nama Tuhan.

Nas Kisah Rasul 2:22-28 ini merupakan bagian dari khotbah Rasul Petrus pasca Pentakosta dalam gereja mula-mula. Isinya merupakan apologetika sekaligus peringatan bagi orang-orang Yahudi yang dengan tangan durhaka telah menyalibkan Yesus. Mereka telah menolak kemesiasan Yesus. Padahal, Yesus adalah Mesias yang telah bangkit sesuai dengan nubuat Perjanjian Lama.

Inilah apologetika Petrus terhadap keberatan orang-orang Yahudi: “Bila Yesus itu benar-benar Mesias, mengapa dia mati ?” Bagi mereka Kristus yang tersalib adalah batu sandungan (1 Korintus 1:23). Bagaimana mungkin orang yang tersalib menjadi Juruselamat ? Tetapi bagi yang diselamatkan, Salib adalah kekuatan Allah (1 Kor 1:18, 24). Penyaliban adalah fakta sejarah yang telah terjadi dalam Sejarah kehidupan manusia. Salib itu bukan mitos. Kita tidak perlu ragu untuk menyerahkan hidup kita kepadaNya.

Saudaraku ! Yesus disalibkan bukanlah oleh karena kecelakaan, tetapi karena rancangan keselamatan Allah (ayat 22-23). Dia telah diserahkan menurut maksud dan rencanaNya. Dia telah dibangkitkan dari sengsara maut (ayat 24). Salib tidak pernah membatalkan Kemesiasan Allah. Justru dalam saliblah rencana Allah digenapi, dan lewat kebangkitanNya terbukti bahwa Yesus adalah Tuhan (ayat 36).

Fakta historis akan kebangkitan Yesus menyatakan bahwa maut tidak pernah dapat menahan atau menghalangi karya keselamatan Tuhan. Hutang dosa telah dibayar lunas. Peristiwa kemenangan Kristus lewat kebangkitanNya menjadi kekuatan bagi kita untuk melepaskan segala ikatan dunia ini terhadap diri kita, apakah itu ikatan keinginan dunia, ikatan kecanduan dan berbagai ikatan jahat lainnya.

Itulah dasar hidup kita dapat ber-Jubilate: “Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi (Mazmur 66:1). Itulah fundasi sukacita hati dan jiwa kita bersorak-sorak di dalam Dia. Kebangkitan Kristus menjadikan kita semua manusia diselamatkan dengan hidup penuh berpengharapan. Sukacita kita tidak lagi ditentukan oleh apa yang ada pada kita, tetapi dengan siapa kita berjalan dalam hidup ini, yakni Kristus (ayat 25-27). Kematian sekalipun tak berkuasa mengubur sukacita dan sorak-sorak jiwa kita. Mengapa ? Kematian pun hanyalah sekedar “ruang tunggu” untuk hidup bersama-sama dengan Kristus yang bangkit itu.

Tuhanlah sumber kepenuhan sukacita kita. Dialah jalan kehidupan bagi kita. Di hadapanNya ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kananNya ada nikmat senantiasa (ayat 28; Mazmur 16:11).

Saudaraku yang kekasih ! Semoga Tuhan memenuhi hatimu dengan sukacita ilahi yang kekal untuk selama-lamanya. Yesus Kristus adalah Tuhan kita yang hidup, yang berkuasa dan memerintah dunia ini, Pandu dan Kompas Sejarah kehidupan dunia sekaligus Kompas hidup kita bahkan Kompas hidup keluarga kita. Biarlah juga jiwamu penuh sorak-sorai untuk memuji dan memuliakan namaNya.

Tuhan memberkati kita semua. Salam kami dari Medan. Salam Jubilate. Amin !

Pdt. Banner Siburian, M.Th

Penulis

Pdt. Banner Siburian, M.Th

Artikel Lainnya