(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Daily Bread

Kamis, 28 Mei 2026 - Cinta yang Terukir Abadi

28 May 2026 00:30 👁 2 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Kamis, 28 Mei 2026 - Cinta yang Terukir Abadi

 "Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!" (Kidung Agung 8:6)

Saudaraku dalam Kristus Yesus! Bayangkan cinta dalam hidupmu diukir permanen di dalam hati (pusat emosi/keputusan) dan lengan (pusat tindakan/kekuatan) seseorang. Ini adalah gambaran cinta bukan sekadar perasaan yang datang dan pergi, melainkan sebuah komitmen total. Cinta sejati tidak pasif. Ia terukir di hati (internal) dan terpancar di lengan (eksternal). Apakah cinta kita hari ini sudah menjadi "meterai" yang menjaga kesetiaan, atau baru sekadar perhiasan yang dilepas saat situasi sulit? Mengapa cinta digambarkan seperti maut? Karena, cinta sejati tidak bisa dihindari, tidak bisa dinegosiasikan, dan mutlak. Maut merenggut nyawa, tetapi cinta sejati merenggut hati.

Di tengah dunia yang seringkali melihat hubungan sebagai sesuatu yang bisa dibuang (disposable), firman ini mengingatkan bahwa cinta yang berasal dari Tuhan memiliki daya tahan yang supranatural. Cinta itu tidak menyerah saat konflik datang, tidak mundur saat ekonomi goyah, dan tidak tawar saat fisik berubah. Dan kemudian dikatakan ...nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!" Inilah puncak dari perenungan ini. Cinta yang digambarkan di atas bukanlah hasil usaha manusia semata. Cinta yang tidak bisa dipadamkan oleh air (ayat 7) adalah "nyala api YHWH" (nyala api Tuhan). Kasih yang murni, yang mampu berkorban, yang tulus dan tidak mementingkan diri sendiri, adalah cerminan dari kasih Allah sendiri. Cinta manusia terbatas dan bisa rapuh, namun ketika cinta kita berakar pada kasih Allah, ia menjadi kuat. Allah adalah sumber api yang membuat komitmen pernikahan tetap menyala meski badai kesibukan dan tekanan hidup mencoba memadamkannya.

Hari ini, periksalah "meterai" dalam hati anda. Apakah ada kebencian, ketidakpedulian, atau egoisme yang menutupi meterai kasih? Mintalah Tuhan menyalakan kembali api kasih-Nya dalam hati anda, agar anda mampu mengasihi pasangan, keluarga, atau sesama dengan kekuatan yang sama seperti maut tak terhentikan dan tulus. Amin (JRT)

Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th

Penulis

Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th

Artikel Lainnya