(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Daily Bread

Kamis, 2 Juli 2026 - ALLAH SUMBER DAMAI SEJAHTERA

02 Jul 2026 00:30 👁 8 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Kamis, 2 Juli 2026 - ALLAH SUMBER DAMAI SEJAHTERA

“Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam.” (Hagai 2:10)

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, setelah bangsa Israel keluar dari pembuangan Babel dan menetap di tanah Kanaan, mereka membangun kembali Bait Allah yang sudah rata dengan tanah. Bait Allah yang terbangun itu tidak semengah Bait Allah yang dahulu dibangun oleh Salomo. Sehingga banyak orang merasa sedih dan merasa ditinggalkan oleh Allah. Itulah sebabnya, Allah memberi FirmanNya kepada nabi Hagai, untuk memberitahukan supaya bangsa itu tidak larut dalam kesedihan. Walaupun Bait Allah yang sudah terbangun itu sederhana, tetapi Allah tetap hadir ditengah-tengah mereka. Bahkan Allah berjanji kepada mereka, bila mereka tetap setia kepada Allah, Bait Allah yang sederhana itu akan lebih indah dihari yang akan datang. Bukan itu saja, Allah juga menjanjikan bahwa kemegahan itu akan dibarangi dengan damai sejahtera.

Ini adalah pelajaran yang sangat berharga dalam hidup kita saat ini, dimana jaman saat ini selalu mendorong kita untuk hidup lebih daripada orang lain. Suka atau tidak, banyak orang saat ini selalu membanding-bandingkan hidupnya dengan orang lain. Sehingga dia kehilangan sukacita dan damai sejahtera dalam hidupnya. Sebanyak apapun yang dia miliki, itu akan selalu kurang dan kecil bila dibandingkan dengan milik orang lain yang ada diatasnya. Akhirnya, dia tidak dapat menikmati apa yang dia miliki, karena matanya selalu tertuju keatas, yaitu kepada orang-orang yang lebih daripada dirinya.

Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita, supaya jangan selalu melihat apa yang ada diatas, tetapi juga melihat apa yang ada dibawah. Sebab dengan demikian, kita akan mensyukuri apa yang ada dalam hidup kita. Dengan sikap itu, maka hidup kita akan terasa damai sejahtera. Bukan persoalan banyak atau sedikit yang kita miliki sehingga hidup kita damai sejahtera, tetapi seberapa besar iman kita mensyukuri apa yang kita miliki, disitulah ada damai sejahtera melingkupi hidup kita.

Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th

Penulis

Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th

Artikel Lainnya