(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Daily Bread

Kamis, 16 Juli 2026 - Pemimpin yang Menggembalakan Umat Tuhan

16 Jul 2026 00:30 👁 8 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Kamis, 16 Juli 2026 - Pemimpin yang Menggembalakan Umat Tuhan

Biarlah Tuhan, Allah dari roh segala makhluk, mengangkat atas umat ini seorang yang mengepalai mereka waktu keluar dan masuk, dan membawa mereka keluar dan masuk, supaya umat Tuhan jangan hendaknya seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala. Bilangan 27:16–17

Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan.

Firman Tuhan hari ini memperlihatkan hati Musa yang penuh kasih kepada umat Tuhan. Ketika ia mengetahui bahwa masa kepemimpinannya akan segera berakhir, Musa tidak pertama-tama memikirkan dirinya sendiri, melainkan memikirkan umat Israel. Ia berdoa agar Tuhan mengangkat seorang pemimpin yang dapat menuntun, menjaga, dan menggembalakan mereka, supaya umat Tuhan tidak seperti domba tanpa gembala.

Di sini kita belajar bahwa kepemimpinan sejati bukanlah soal jabatan, kehormatan, atau kuasa, tetapi soal tanggung jawab di hadapan Tuhan. Seorang pemimpin yang benar harus memiliki hati gembala: mengenal umatnya, berjalan bersama mereka, membawa mereka keluar dan masuk, serta menuntun mereka dalam kehendak Tuhan.

Renungan ini juga berlaku bagi kita semua. Dalam keluarga, orang tua adalah pemimpin. Di gereja, pelayan Tuhan adalah pemimpin. Di kantor, sekolah, dan masyarakat, setiap orang yang diberi tanggung jawab juga dipanggil untuk memimpin dengan hati yang takut akan Tuhan. Jangan menjadi pemimpin yang hanya memerintah, tetapi jadilah pemimpin yang menuntun.

Ada ilustrasi sederhana: seorang gembala tidak berjalan jauh di belakang domba-dombanya sambil berteriak. Ia berjalan dekat, mengenal jalan, dan siap melindungi kawanan dari bahaya. Demikianlah pemimpin yang Tuhan kehendaki: hadir, peduli, dan bertanggung jawab.

Garis besar renungan ini jelas: pertama, pemimpin sejati lahir dari kehendak Tuhan; kedua, kepemimpinan adalah pelayanan; ketiga, umat membutuhkan tuntunan yang penuh kasih dan hikmat.

Saudaraku, marilah kita berdoa agar Tuhan menghadirkan pemimpin-pemimpin yang berhati gembala, dan bila kita diberi tanggung jawab, biarlah kita memimpin dengan rendah hati, kasih, dan takut akan Tuhan. Amin.

Pdt. Jarnata Sirait, S.Th

Penulis

Pdt. Jarnata Sirait, S.Th

Artikel Lainnya