Rabu, 10 Juni 2026 - HANYA YESUS JALAN KESELAMATAN
Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th
Daily Bread
“Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih daripada korban-korban bakaran.” (Hosea 6:6)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Bicara soal kesukaan, setiap orang pasti memiliki kesukaan yang berbeda-beda, bahkan sekalipun terlahir kembar, bisa saja kesukaannya tidak selalu sama. Setiap orang pada umumnya lebih suka melakukan apa yang disukainya, bahkan tak jarang beberapa orang yang berjuang habis-habisan demi mempertahankan apa yang disukai untuk dilakukan. Namun, pernahkah kita bertanya apa yang menjadi kesukaan Tuhan?
Saudaraku! Tentu kita tidak akan mungkin mengetahui kesukaan Tuhan tanpa lebih dulu mengenal akan Dia. Kitab Hosea berbicara tentang bagaimana Allah melalui nabi Hosea memanggil orang Israel supaya bertobat dari jalan-jalannya yang sekehendak hati mereka, yaitu melakukan penyembahan berhala dan perbuatan kefasikan yang tidak kunjung berhenti. Seringkali Tuhan dianggap seolah-olah seperti tidak ada, sehingga mereka berbuat apa yang mereka pikir baik menurut pandangan mereka atau bahkan salah menafsirkan perbuatan Tuhan. Mereka mengaku memiliki Tuhan namun tidak tahu memperlakukan Tuhan dengan benar. Mereka pikir cukup dengan memberikan persembahan kurban dalam ibadah ritual, namun dalam kehidupannya kerap kali melakukan kejahatan bahkan juga berpaling menyembah ilah-ilah lain.
Saudaraku, melalui nas hari ini, Tuhan memperkenalkan diriNya bahwa kesukaanNya adalah kasih setia. Tuhan tidak melarang kita melaksanakan ritual keagamaan bahkan mempersembahkan persembahan yang sangat baik dan berharga, namun kasih setia Tuhan adalah dasar utama untuk kita juga hidup dengan setia dihadapanNya, setia melakukan apa yang dikehendakiNya. Dalam segala aspek, kesetiaan akan perintahNya adalah hal terpenting bagiNya, baik soal setia dalam kejujuran di tengah pekerjaan, pendidikan, bahkan pelayanan. Setia juga dalam menunjukkan kehidupan yang penuh kasih terhadap sesama bahkan kepada mereka yang menyakiti kita. Hal ini pun sama berharganya dengan persembahan yang kita berikan dalam rutinitas peribadahan kita. Maka penting setiap hari kita bersekutu dengan Tuhan sehingga kita semakin mengenal apa yang disukaiNya dan menjadi kehidupan kita.Amin! (AS)
Penulis
Pdt. Augustina Simaremare, S.Th
Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th
Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus, S.Th
Pdt. Banner Siburian, M.Th