Kamis, 28 Mei 2026 - Cinta yang Terukir Abadi
Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th
Daily Bread
“Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.” (Yudas 1: 20-21)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Dalam hidup ini, kita tidak terlepas daripada godaan dan tantangan. Kita harus membangun diri dengan mata yang tertuju kepada Kristus Yesus. Kita tidak semestinya menyerahkan pembangunan hidup kita kepada orang lain. Kita juga tidak semestinya menjadi "parasit" yang menempatkan iman kita pada orang lain. Karena kita tidak akan bertumbuh, tetapi justru akan sangat membahayakan iman kita sendiri. Pembangunan diri tidak terjadi tanpa usaha. Kita harus bekerja sama dengan Allah dalam membangun diri. Pembangunan diri merupakan tanggungjawab pribadi.
Mengapa kita harus berdoa dalam Roh Kudus? Kita tidak sanggup berdoa tanpa dipimpin Roh Kudus (Roma 8:26). Sebab, Roh Kudus menyelidiki hati kita. Roh Kudus memperkenalkan kehendak Allah kepada kita (Roma 8:27). Apa perbedaan berdoa sendiri dengan berdoa dalam Roh Kudus? Kita berdoa sendiri apabila kita berdoa dengan pengertian sendiri. Sebaliknya, berdoa dalam Roh Kudus berarti kita mengikuti Dia yang menempatkan kata-kata doa di dalam diri kita. Kita mengarahkan hati kepada Kristus dan memperhatikan Dia. Kita menyimpan firman Allah di dalam hati kita. Singkat kata, tidak ada yang dapat berdoa dengan benar kecuali ketika dirinya dipimpin oleh Roh Kudus.
Doa dan iman yang suci merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Kata "membangun diri" mengingatkan kita akan perintah Tuhan di kitab Hagai, yakni "sebelum batu demi batu disusun untuk Rumah Tuhan", berkat-Nya tidak akan Dia turunkan. Hal ini mengingatkan kita akan betapa pentingnya pekerjaan pembangunan jemaat. Kita perlu berdoa, berpuasa dan menyimpan firman-Nya di dalam hati kita sehingga kita belajar mengenal kehendak-Nya. Amin. (ARS)
Penulis
Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus, S.Th
Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th
Pdt. Santy Elfrida Sitompul, S.Th
Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th