“Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit ; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!” (Hagai 1: 5-6)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Renungan hari ini adalah teguran Tuhan kepada umat-Nya karena mengabaikan pembangunan Bait Suci dan lebih mementingkan membangun rumah mereka sendiri (ay. 2,4). Umat tidak mampu memprioritaskan apa yang Tuhan prioritaskan. Mereka sibuk dengan kepentingan diri sendiri dan mengabaikan kehendak Tuhan. Karena itu Tuhan menegur mereka dan menyuruh untuk intropeksi, untuk melihat bagaimana mereka menjalani hidup dan apakah mereka telah menempatkan Tuhan di tempat yang seharusnya.
Tuhan mengingatkan, meskipun mereka bekerja keras (menabur banyak), hasil panen mereka sedikit. Mereka makan, tetapi tidak pernah kenyang. Mereka minum, tetapi tetapi tidak pernah puas. Mereka berpakaian, tetapi tidak merasa hangat. Mereka bekerja untuk upah, tetapi upah itu seolah-olah masuk ke dalam "pundi-pundi yang berlubang". Inilah akibat dari dosa mereka itu.
Panggilan pertobatan ini tidak hanya ditujukan kepada umat Yehuda kala itu, tetapi juga bagi kita saat ini. Di tengah-tengah kesibukan, aktivitas, dan prioritas yang salah, Hagai memberikan pesan utama bahwa kita harus meletakkan Tuhan sebagai yang pertama dalam hidup kita. Dia harus menjadi pusat hidup kita, seperti kata Yesus: "Carilah dahulu kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya" (Matius 6:33). Ketika kita mengabaikan kehendak Tuhan, kita berada dalam kekosongan dan ketidakpuasan, Untuk menghindari semua itu adalah lakukanlah apa yang Tuhan kehendaki. Amin. (ARS)