Tata Ibadah dan Warta Jemaat Minggu, 19 April 2026
Administrator
Daily Bread
“Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman” (Galatia 3: 11)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Arus sungai yang sangat deras, membuat rakit kecil seorang pria hancur dan hanyut terbawa arus. Dia tidak bisa lagi untuk menyeberang. Kalau berenang, kemungkinan dia yang akan hanyut terbawa arus. sambil berjalan menapaki pinggiran sungai, dia menemukan sebuah rakit penyeberangan yang panjang dan kokoh, yang tersambung ke seberang sungai. Dia hanya perlu percaya untuk berjalan, melangkah di atas rakit ersebut. Dan benar saja, dengan modal tekad dan percaya, dia tiba di seberang dengan selamat. Nah, demikian jugalah halnya hukum Taurat. Itu hanyalah 'rakit kecil' yang tidak bisa diandalkan untuk menyelamatkan kita. Tetapi iman kepada Kristus itu adalah 'rakit yang panjang dan kokoh' yang mampu membawa kita kepada keselamatan. Asal kita percaya.
Dalam nas ini, dengan tegas Paulus memberitahu bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum taurat. Orang benar akan hidup karena iman. Iman kepada Kristus. Itulah yang menjadi jaminan keselamatan kita. Hukum Taurat tidak bisa menyelamatkan kita. Bukan karena hukum Taurat itu jahat, melainkan karena kita manusia adalah lemah dan tidak ada yang mampu memenuhi atau melakukan semua hukum itu dengan sempurna. Tanpa ada pelanggaran sama sekali.
Nas ini mengingatkan kita bahwa kita selamat itu bukan hasil usaha atau kebaikan kita. Tetapi hanya karena anugerah semata dari Tuhan. Iman kepada Kristus, itulah satu-satunya jalan keselamatan kita. Sebagaimana Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yoh. 14:6). Namun bukan berarti hukum Taurat menjadi tidak perlu. Hukum itu tetap kita perlukan sebagai penuntun agar kita tetap hidup menurut kehendak Tuhan. Amin. (ARS)
Penulis
Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus
Administrator
Administrator
Pdt. Mangatur J Simanungkalit