Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Roma 5:8)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Di dunia ini hampir semua orang mengasihi dengan syarat. Aku mengasihimu karena kamu baik, karena kamu juga mengasihiku. Namun, jika seseorang jahat maka kita akan menjauhinya. Tetapi kasih Tuhan berbeda, kasih Tuhan adalah kasih tanpa syarat. Kita mengenal bahwa Allah itu adalah kasih, Tuhan mengasihi kita bukan karena kita baik tetapi saat kita masih berdosa. Artinya ketika kita jauh dari Tuhan, saat kita jatuh ke dalam dosa justru disaat itulah Kristus mati bagi kita. Tuhan membuktikan kasihNya melalui pengorbanan anak-Nya Yesus Kristus di kayu salib, Ia rela menderita, disakiti dan mati demi menyelamatkan kita. Kematian Yesus di kayu salib bukan kebetulan, tetapi rencana keselamatan.
Kalau Tuhan sudah mengasihi kita sebesar itu, lalu apa respon kita terhadap kasih Allah? Tentu kita akan mengucap syukur atas kasih Allah kepada kita dengan meninggalkan dosa, hidup benar dihadapan Allah dan mampu mengasihi orang lain tanpa syarat. Kalau kita sudah menerima kasih yang besar kita juga harus membagikannya dengan sesama. Itulah tanda orang yang sungguh mengalami kasih Tuhan. Kasih Tuhan bukan hanya menyelamatkan tetapi juga mengubahkan kita menjadi pribadi yang dikehendaki Allah.
Saudaraku, hari ini kita diingatkan bahwa kita dikasihi bukan karena kita layak, kita dikasihi supaya kita berubah. Kasih Tuhan tidak berhenti hanya di kayu salib, tetapi terus bekerja dalam hidup kita. Mari kita bertanya pada diri sendiri apakah saya sudah sungguh menerima kasih Tuhan? Apakah hidup saya sudah berubah? Apakah saya sudah mengasihi orang lain? Hendaklah kita meniru kasih Tuhan kita Yesus Kristus dengan mengasihi tanpa syarat. Amen (ES)