Kamis, 15 Oktober 2026 - MENGAKU DOSA KEPADA TUHAN
Pdt. Eva Marlina Sinaga, S.Th
Daily Bread
Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu.,karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakanNya kepadaku hingga pada hari Tuhan (2 Timotius 1 : 12).
Jemaat yang dikasihi Tuhan, rasul Paulus adalah seorang rasul Kristus yang terus menerus bertanding dan berjuang di dalam hidupnya, sepanjang Paulus memberitakan Injil. Terkadang Paulus harus lari malam, berlayar, kedinginan; tidak jarang Paulus dikejar-kejar, dianiaya, dicemooh, diejek, dilempari batu dan dipenjara. Tetapi dengan semua yang dialaminya Paulus tetap bertahan dan menghadapi seluruh pertandingan iman itu dengan pekik kemenangan. Paulus berkata : âTetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kitaâ(Roma 8 37).Penderitaan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, kedinginan, bahaya atau pedang dihadapi dengan kekuatan dan ketabahan. Itu semua karena satu hal yakni bagi Paulus âHidup adalah Kristusâ(Filipi 1:21). Itulah sebabnya sekalipun Paulus menderita, dia tetap dapat bertahan, sekalipun Paulus dipenjara, dia tidak merasa malu, karena Paulus percaya bahwa Tuhanlah yang mengutusnya, dan itu menjadi suatu kebanggaan baginya.
Bapa, ibu, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, dunia kerap kali memandang rendah bila seseorang dipenjara. Dipenjara dianggap sebagai suatu aib, memalukan dan kegagalan. Pandangan seperti ini salah tentu saja; ada banyak orang yang dipenjara bukan karena kesalahannya, tapi karena mempertahankan kebenaran, menyuarakan keadilan, membela hak azasi, dan sebagainya. Nelson Mandela contohnya, dia dipenjara karena membela hak kaum kulit hitam, Nelson Mandela tidak melakukan suatu kejahatan sehingga dipenjara. Demikian juga Paulus, apa yang dilakukannya jauh dari kejahatan, bahkan sebaliknya dia mengajarkan kebaikan, memberitakan keselamatan, karena kesetiaannya kepada Kristus. Dengan tegas dan jelas Paulus berkata : âAku Tahu Kepada Siapa Aku Percayaâ.Bahwa Tuhan Pencipta dan berkuasa yang memilih dirinya untuk menjadi prajurit Kristus, dan untuk itu sedikitpun Paulus tidak malu dan Takut, sebaliknya dia merasa bersyukur dan bersukacita, karena Tuhan memilihnya untuk diutus pergi memberitakan Injil.
Bapa, ibu, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, apa yang dilakukan Paulus menjadi teladan bagi kita. Paulus terus maju dan menunjukkan identitasnya sebagi prajurit Kristus yang sejati. Bagaimana dengan kita ? Kita belum lagi sampai pada tahap mengalami penderitaan seperti apa yang Paulus alami, tapi kita mungkin sudah merasa malu dan takut bahkan hanya untuk sekedar berdoa. Malu berdoa ketika kita sedang makan di restoran, takut berdoa ditengah-tengah suatu persekutuan. Ragu menunjukkan identitas sebagai orang kristen untuk hal yang sangat biasa. Karena itu melalui Firman Tuhan ini, mari bapak, ibu, saudara-saudara tunjukkan bahwa kita adalah prajurit Kristus yang sejati, tanpa rasa malu dan gentar sedikitpun. Seperti Paulus kita dapat berkata : âAku Tahu Kepada Siapa Aku Percayaâ, sehingga dengan semangat kita dapat mengatakan :âIni aku utuslah akuâ(Yesaya 6:8).Biarlah nama Tuhan Yesus dipermuliakan. Amin.
Penulis
Pdt. Linda Silaban, S.Th., M.M
Pdt. Eva Marlina Sinaga, S.Th
Pdt. Oktavia Manullang, S.Si., M.M
Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th