Rabu, 14 Oktober 2026 - AKU TIDAK MERASA MALU KARENA AKU PERCAYA
Pdt. Linda Silaban, S.Th., M.M
Daily Bread
Kata orang Israel kepada TUHAN: “Kami telah berbuat dosa. Lakukanlah kepada kami segala yang baik di mata-Mu. Hanya tolonglah kiranya kami sekarang ini. (Hakim-hakim 10: 15)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Sering kali ketika hidup kita aman dan semuanya berjalan baik, kita lupa kepada Tuhan. Ketika kebutuhan tercukupi, keluarga baik-baik saja, pekerjaan lancar, dan tidak ada masalah besar, kita merasa seolah-olah kita bisa menjalani hidup dengan kekuatan sendiri. Tetapi ketika masalah datang, ketika kita tidak tahu harus berbuat apa, barulah kita kembali mencari Tuhan dan berseru, “Tuhan, tolong kami.”
Hal seperti inilah yang juga terjadi dalam kehidupan bangsa Israel. Ketika hidup mereka nyaman, mereka meninggalkan Tuhan. Tetapi ketika mereka mengalami kesusahan, mereka kembali berseru kepada Tuhan “Kami telah berbuat dosa”. Sebenarnya Tuhan sudah mengetahui dosa bangsa Israel, mereka tidak sedang memberikan informasi baru kepada Tuhan. Tetapi pengakuan dosa penting karena manusia sering lebih mudah menutupi kesalahan daripada mengakuinya. Kadang-kadang yang paling sulit bukan meminta ampun kepada Tuhan, tetapi mengakui bahwa kita memang salah. “Lakukanlah kepada kami apa yang Kaulihat baik” Kalimat ini menunjukkan bahwa Israel mulai menyerahkan dirinya kepada Tuhan. Mereka hanya memohon belas kasihan.
Kadang kita datang kepada Tuhan bukan untuk bertobat, tetapi untuk meminta Tuhan mengubah keadaan sesuai keinginan kita. pertobatan bukan hanya meminta Tuhan mengubah keadaan, tetapi bersedia membiarkan Tuhan mengubah hati kita. Dalam keadaan senang maupun susah, kita dipanggil untuk tetap dekat dan setia kepada Tuhan. Kiranya hari ini kita tidak hanya meminta Tuhan mengubah keadaan kita, tetapi juga meminta Tuhan mengubah hati kita. karena pada akhirnya, yang paling kita butuhkan bukan kehidupan tanpa masalah, tetapi hati yang tetap melekat kepada Tuhan di setiap masalah. Amen (ES)
Penulis
Pdt. Eva Marlina Sinaga, S.Th
Pdt. Linda Silaban, S.Th., M.M
Pdt. Oktavia Manullang, S.Si., M.M
Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th