Berjalan Dalam Pengharapan
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renunganUlangan 4:13
“Dan Ia memberitahukan kepadamu perjanjian, yang diperintahkan-Nya kepadamu untuk dilakukan, yakni Kesepuluh Firman dan Ia menuliskannya pada dua loh batu.” (Ulangan 4:13)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Dunia saat ini berubah dengan sangat cepat. Teknologi berkembang pesat, informasi datang dari berbagai arah, dan nilai-nilai hidup mulai bergeser. Dalam situasi seperti ini, sebagai orang percaya kita diingatkan untuk kembali kepada dasar iman kita, yaitu Firman Tuhan. Firman Tuhan dalam Ulangan 4:13 mengingatkan kita tentang sebuah perjanjian yang Allah buat dengan umatNya di masa lampau, yang tetap berlaku dan relevan hingga saat ini. Musa mengingatkan bangsa Israel bahwa Allah telah memberitahukan Kesepuluh Firman sebagai dasar hidup umatNya.
Ketika Allah membuat perjanjian dengan Israel, itu bukan karena Israel bangsa yang sempurna. Mereka bahkan sering bersungut-sungut, memberontak, dan menyakiti hati Tuhan. Namun, karena kasih dan kesetiaanNya, Tuhan tetap berkenan menyatakan perjanjianNya. Demikian juga dengan kita saat ini. Walaupun kita sering lalai, jatuh dalam dosa, bahkan lupa akan janji-janji kita kepada Tuhan, Dia tetap setia. FirmanNya tetap berlaku, dan kasihNya tidak berubah. Tuhan ingin kita hidup dalam perjanjianNya, karena hanya di sanalah ada damai sejahtera dan berkat yang Allah menuliskan firman itu pada dua loh batu, yang menandakan bahwa perjanjian itu kekal dan harus dipegang teguh oleh setiap orang percaya.
Sebagai orang percaya, kita bukan hanya mendengar Firman Tuhan, tapi juga harus melakukannya. Sepuluh Firman itu bukan hanya untuk dihafal, tapi dijadikan pedoman dalam berbicara, bertindak, dan mengambil keputusan. Begitu juga hidup manusia tanpa pegangan Firman Tuhan mudah goyah, mudah terseret oleh arus dunia, dan akhirnya jatuh dalam dosa. Tetapi orang yang hidup sesuai Firman Tuhan, sekalipun dunia berubah, dia akan tetap kuat. Jadikan FirmanNya sebagai pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita. Amin. (ARS)
Penulis
Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renungan
Pdt. Banner Siburian
DEBATA MANGALEHON TONDI HANGOLUAN (Hesekiel 37:1-14) Diloas Debata do bangso Israel tarbuang tu habuangan Babel, anggiat nian marhite habuangan i gabe ditanda nasida Debata, jala mulak muse tu Debata marhite hamubaon ni...
Baca renungan
Gr. Tumpal Sitanggang
Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap b...
Baca renungan