Berjalan Dalam Pengharapan
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renunganJudas 1: 3
Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh
berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus (Judas 1: 3)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita. Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman, semoga hidup kita dinaungi oleh kasih Tuhan. Nas renungan hari ini adalah tentang keselamatan. Kita mengetahui bahwa keselamatan itu adalah hasil kedaulatan, kasih dan kuasa Allah dan batasannya adalah dari kekekalan, menjelajahi waktu dan kembali kepada kekekalan. Tujuan penulis menulis nas ini adalah agar umat Kristen berjuang dengan segala upaya supaya bertahan pada iman yang patut untuk menghadapi pengajar-pengajar sesat/palsu dan seluruh kegiata-kegiatannya.
Penulis juga menyampaikan bahwa keselamatan itu sifatnya universal artinya terbuka bagi semua orang yang percaya kepada Allah dan yang taat kepada perintahNya. Nas ini merupakan nasehat yang disampaikan kepada jemaat Kristen saat itu dan kepada kita saat ini, agar tetap berjuang mempertahankan iman. Kata berjuang merujuk kepada mempertahankan, sama halnya kita berjuang untuk mempertahankan hidup dengan melalui kerja keras agar kita dapat hidup. Berjuang itu sering juga dipergunakan untuk seorang atletik untuk bertahan memperjuangkan kejuaraannya, prestasinya, dengan mempersiapkan mental dan pikiran serta kesiapan hati.
Saudaraku yang terkasih…Demikianlah halnya dengan nas hari ini mengajarkan kepada kita agar kita dengan sungguh-sungguh berjuang, termasuk mempersiapkan mental, pikiran untuk mengerti dan memahami Firman Tuhan. Mental di dalam Tuhan itu harus kita persiapkan sebaik-baiknya jangan lemah dan jangan mental yang mudah berobah-obah karena keadaan duniawi. 1 Petrus 1: 3 Mengajarkan kepada kita agar kita menyiapkan akal budi kita, waspada, meletakkan pengharapan seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita pada waktu penyataan Kristus. Iman itu sekali untuk selama-lamanya dan merupakan suatu jaminan dan kepastian dan cukup berharga. Amin (TS)
Penulis
Gr. Tumpal Sitanggang
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renungan
Pdt. Banner Siburian
DEBATA MANGALEHON TONDI HANGOLUAN (Hesekiel 37:1-14) Diloas Debata do bangso Israel tarbuang tu habuangan Babel, anggiat nian marhite habuangan i gabe ditanda nasida Debata, jala mulak muse tu Debata marhite hamubaon ni...
Baca renungan
Pdt. Eva Marlina Sinaga
Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya (Nahum 1 : 3) Saudaraku yang te...
Baca renungan