Berjalan Dalam Pengharapan
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renunganMatius 2:11
MENCARI YESUS DAN MEMPERSEMBAHKAN YANG TERBAIK “Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibuNya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepadaNya, yaitu emas, kemenyan dan mur.” (Matius 2:11)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Kisah orang-orang Majus selalu sangat menarik di moment Natal. Perjalanan mereka bukanlah perjalanan yang mudah karena mereka harus menempuh jarak sekitar 1.200-1.500 km dari wilayah Timur yang mencakup Persia atau Babilonia menuju Yudea. Mereka juga harus melewati malam yang sangat dingin dan siang yang sangat panas. Di sepanjang jalur itu, mereka juga harus menghadapi ancaman perampok, bahaya padang gurun dan melindungi barang berharga mereka, yaitu emas, kemenyan dan mur. Namun semua tantangan itu tidak menghentikan keinginan hati mereka untuk bertemu Yesus.
Saudaraku! Orang-orang Majus yang adalah para ahli ilmuwan perbintangan mencari Yesus bukan sekedar untuk membuktikan tanda alam yang mereka lihat melalui bintang, tapi secara jelas dikatakan bahwa mereka mau mencari Yesus dan menyembahNya. Perjalanan orang Majus mengingatkan kita bahwa inti Natal bukanlah liburan, hadiah, atau suasana meriah, melainkan pribadi Yesus yang lahir membawa sukacita kekal dan hal itu dibuktikan oleh orang-orang Majus, yang mana perjalanan mereka menggambarkan bagaimana mereka benar-benar menginginkan perjumpaan dengan Yesus dan membawa persembahan yang berharga, bernilai dan yang terbaik.
Saudaraku, menjelang akhir tahun 2025 ini, kita diingatkan terus akan makna Natal yang sesungguhnya bagi kita yaitu kelahiranNya di hati kita yang selalu membuat hati kita rindu untuk berjumpa denganNya dalam ibadah dan doa-doa kita, sebab Dialah keselamatan kita sambil mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang hidup dan berkenan kepadaNya, yaitu hidup taat akan firmanNya dan senantiasa sedia dipakaiNya menyaksikan segala kebaikanNya dan kasihNya dengan menjadi berkat bagi dunia. Amin! (AS)
Penulis
Pdt. Augustina Simaremare
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renungan
Pdt. Banner Siburian
DEBATA MANGALEHON TONDI HANGOLUAN (Hesekiel 37:1-14) Diloas Debata do bangso Israel tarbuang tu habuangan Babel, anggiat nian marhite habuangan i gabe ditanda nasida Debata, jala mulak muse tu Debata marhite hamubaon ni...
Baca renungan
Gr. Tumpal Sitanggang
Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap b...
Baca renungan