Berjalan Dalam Pengharapan
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renunganYesaya 62:2
“Bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu. Orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh Tuhan sendiri.” (Yesaya 62:2)
STATUS BARU KARENA KASIH ALLAH
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Penderitaan seringkali mampu membuat hilangnya pengharapan kita. Secara khusus penderitaan yang dialami oleh bangsa Israel pada masa nabi Yesaya, dimana mereka harus mengalami kepahitan hidup oleh pembuangan di Babel bahkan kota Yerusalem juga yang telah hancur. Walaupun peristiwa ini adalah cara Allah untuk mengingatkan bangsa itu akan keberdosaannya, namun bukan berarti Allah tidak mengasihi mereka. Sebab firman Tuhan dalam Ibrani 12:6 pun berkata, “Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya, dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak”, maka sekalipun Tuhan mengijinkan penderitaan oleh penghukumanNya itu bagi bangsa Israel, namun kasihNya tetap setia atas mereka.
Saudaraku ! Seberapa sering kita dibutakan oleh keadaan hidup sehingga sulit untuk melihat harapan? Bagaimana mungkin kita bisa membayangkan bahwa Tuhan punya rencana untuk kota besar Yerusalem dengan baitNya yang hancur, istana yang hancur, dan penduduk yang putus asa? Di hadapan realitas yang tanpa harapan itulah Allah menyampaikan janjiNya melalui penglihatan nabi Yesaya ini. Sungguh, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Nas hari ini berbicara tentang Yerusalem yang akan segera diselamatkan. Yerusalem akan dipenuhi kemuliaan dan kebenaran Tuhan. Kehidupan mereka akan mempengaruhi seluruh dunia, sebab Tuhan telah berkenan kepada mereka. Bangsa itu akan menyandang nama baru, dahulu mereka adalah umat buangan, sekarang dipulihkan dan diselamatkan oleh kasih Allah.
Seperti bangsa Israel, kita juga adalah anak-anak yang dikasihi Allah. Kita telah dibenarkan dan dimuliakanNya di dalam pengorbanan Yesus, yang telah menghapus dosa-dosa kita. Maka hiduplah dalam kebenaran Tuhan dan biarlah segala sesuatu yang kita perbuat hanya untuk kemuliaan Tuhan.Amin ! (AS)
Penulis
Pdt. Augustina Simaremare
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renungan
Pdt. Banner Siburian
DEBATA MANGALEHON TONDI HANGOLUAN (Hesekiel 37:1-14) Diloas Debata do bangso Israel tarbuang tu habuangan Babel, anggiat nian marhite habuangan i gabe ditanda nasida Debata, jala mulak muse tu Debata marhite hamubaon ni...
Baca renungan
Gr. Tumpal Sitanggang
Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap b...
Baca renungan