Berjalan Dalam Pengharapan
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renunganRatapan 1:20
“Ya, TUHAN, lihatlah, betapa besar ketakutanku, betapa gelisah jiwaku; hatiku terbolak-balik di dalam dadaku, karena sudah melampaui batas aku memberontak; di luar keturunanku dibinasakan oleh pedang, di dalam rumah oleh penyakit sampar.” (Ratapan 1:20)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Pemberontakan dan ketidaksetiaan bangsa Israel mendatangkan hukuman yang sangat menyedihkan bagi mereka. Mereka harus terbuang ke negeri yang jauh selama 70 tahun lamanya. Setelah 70 tahun, mereka kembali ke negeri mereka masing-masing. Betapa terkejut dan sedihnya hati mereka, kota tempat mereka dilahirkan, dibesarkan dan hidup telah hancur luluh lantak. Kota yang tadinya ramai dihuni oleh orang-orang, kini menjadi sunyi dan senyap. Disinilah mereka meratapi keberadaan mereka yang penuh dengan ketakutan dan kegelisahan.
Didalam ratapan mereka itulah, mereka menyatakan penyesalan yang paling dalam atas pemberontakan dan ketiksetiaan mereka. Mereka juga menyampaikan, bahwa tanpa Tuhan: mereka tidak ada apa-apanya. Tanpa Tuhan, mereka akan selalu dihantui kesepian, ketakutan, kegelisahaan dan ketidakpastian. Hanya dalam Tuhan ada kedamaian dan pengharapan menjalani hari-hari, sekalipun mereka tidak tahu apa yang akan terjadi hari esok.
Saudara yang dikasihi Tuhan, rasa takut adalah buah dari dosa yang tidak bisa kita hilangkan dalam hidup kita. Bagaimanapun cara manusia, dia tidak akan dapat menghilangkan rasa takut itu dalam hidupnya. Manusia hanya bisa berusaha untuk mengusai rasa takut itu dengan menyerahkan kehidupan kita sepenuhnya pada kuasa Tuhan. Dengan demikian, kita tidak akan jatuh ke dalam dosa. Sebab seribu satu cara akan dipergunakan oleh si Iblis supaya kita tunduk dan terbelenggu dengan rasa takut. Tetapi ketika kita belajar untuk mempercayakan kehidupan kita kepada Tuhan, maka hidup kita akan dibimbing dan memperoleh pengharapan. Percaya dan yakinlah, sesulit apapun kehidupan kita saat ini, Tuhan tidak akan meninggalkan orang yang percaya kepadaNya.
Penulis
Pdt. Mangatur J Simanungkalit
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renungan
Pdt. Banner Siburian
DEBATA MANGALEHON TONDI HANGOLUAN (Hesekiel 37:1-14) Diloas Debata do bangso Israel tarbuang tu habuangan Babel, anggiat nian marhite habuangan i gabe ditanda nasida Debata, jala mulak muse tu Debata marhite hamubaon ni...
Baca renungan
Gr. Tumpal Sitanggang
Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap b...
Baca renungan