Berjalan Dalam Pengharapan
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renunganNahum 1 : 3
Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya (Nahum 1 : 3)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali manusia tidak sabar. Sedikit saja disakiti, kita cepat marah, sedikit saja kecewa kita cepat membalas. Tetapi Tuhan berbeda, walaupun manusia sering melupakan Dia, Tuhan tetap memberikan kesempatan kepada kita yang berdosa. Setiap pagi kita masih diberi nafas kehidupan, kesehatan dan kesempatan untuk berubah. Semuanya itu adalah tanda kesabaran Tuhan. Kesabaran Tuhan bukan berarti Tuhan setuju dengan dosa manusia. Sebaliknya, kesabaran Tuhan adalah kesempatan bagi manusia untuk bertobat. Tuhan sabar karena Ia tidak ingin seorangpun binasa, melainkan supaya semua orang berbalik kepada-Nya.
Dalam sejarah kota Niniwe, Niniwe pernah mendapat kesempatan untuk bertobat, Tuhan mengutus hambaNya Yunus untuk memberitakan pertobatan kepada kota Niniwe. Pesan Yunus jika mereka tidak bertobat maka kota itu akan dihancurkan, dan penduduk Niniwe mendengarkan pesan itu sehingga mereka bertobat dan Tuhan menunda hukuman-Nya. Namun, setelah beberapa puluh tahun Niniwe kembali melakukan kejahatan, karena itu nabi Nahum muncul dengan mengatakan bahwa Tuhan itu panjang sabar, Tuhan akan memberikan kesempatan jika mereka kembali bertobat. Mereka tidak mendengarkan seruan itu sehingga Tuhan menyatakan hukumanNya bahwa Niniwe akan dihancurkan.
Saudaraku, kesabaran Tuhan adalah kesempatan keselamatan bagi manusia. Tuhan panjang sabar, Ia memberi kesempatan kepada manusia untuk bertobat. Kesabaran Tuhan adalah bukti kasih-Nya karena Ia tidak ingin manusia binasa tetapi Tuhan juga adil terhadap kejahatan. Karena itu selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup, marilah kita menggunakan kesempatan itu untuk bertobat, hidup lebih dekat kepada Tuhan, dan kembali kepada Tuhan. Amen (ES)
Penulis
Pdt. Eva Marlina Sinaga
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renungan
Pdt. Banner Siburian
DEBATA MANGALEHON TONDI HANGOLUAN (Hesekiel 37:1-14) Diloas Debata do bangso Israel tarbuang tu habuangan Babel, anggiat nian marhite habuangan i gabe ditanda nasida Debata, jala mulak muse tu Debata marhite hamubaon ni...
Baca renungan
Gr. Tumpal Sitanggang
Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap b...
Baca renungan