Berjalan Dalam Pengharapan
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renunganImamat 1:1-2
PERSEMBAHKANLAH YANG TERBAIK BAGI TUHAN “TUHAN memanggil Musa dan berfirman kepadanya dari dalam Kemah Pertemuan: "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila seseorang di antaramu hendak mempersembahkan persembahan kepada TUHAN, haruslah persembahanmu yang kamu persembahkan itu dari ternak, yakni dari lembu sapi atau dari kambing domba.” (Imamat 1:1-2)
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Musa adalah pemimpin bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan Mesir menuju tanah Kanaan. Bukan hanya pemimpin bangsa Israel, Musa juga pemimpin rohani mereka. Melalui Musa lah Allah berbicara kepada bangsa Israel di Kemah Pertemuan (Bait Allah), dimana Allah berkenan ditemui oleh Musa dan bangsa Israel. Allah berbicara kepada Musa untuk disampaikan kepada bangsa Israel mengenai persembahan yang dipekenankan Allah untuk dipersembahkan bagiNya. Persembahan yang akan diberikan kepada Allah tidak boleh persembahan “asal ada”; atau “sekedarnya”, persembahan yang diberikan kepada Allah haruslah persembahan yang terbaik. Persembahan yang terbaik artinya persembahan yang berangkat dari pengenalan akan kuasa Allah dalam hidup kita, sehingga oleh karena iman kita didorong untuk mengucap syukur atas segala kebaikan Allah tersebut. Itulah sebabnya, persembahan yang terbaik tidak melulu berbicara tentang jumlah nominal materi yang akan diberikan. Tetapi sering kali berkaitan tentang pengenalan akan segala keterbatasan kita dan kuasa Allah yang mendorong kita untuk memberikan dengan ucapan syukur. Persembahan yang akan diberikan kepada Tuhan juga tidak melulu terkait soal materi atau uang. Persembahan juga dapat berupa berbagai talenta yang kita miliki; ide; tenaga atau bahkan seluruh hidup kita, sebagaimana yang disebutkan dalam Roma 12:1, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati”. Maka jangan pernah batasi diri kita untuk memberikan persembahan kepada Tuhan, sebab banyak hal yang dapat kita berikan sebagai persembahan kita.
Penulis
Pdt. Mangatur J Simanungkalit
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renungan
Pdt. Banner Siburian
DEBATA MANGALEHON TONDI HANGOLUAN (Hesekiel 37:1-14) Diloas Debata do bangso Israel tarbuang tu habuangan Babel, anggiat nian marhite habuangan i gabe ditanda nasida Debata, jala mulak muse tu Debata marhite hamubaon ni...
Baca renungan
Gr. Tumpal Sitanggang
Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap b...
Baca renungan