Berjalan Dalam Pengharapan
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renunganDaniel 9: 18
Ya Allahku, arahkanlah telinga-Mu dan dengarlah, bukalah mata-Mu dan lihatlah kebinasaan kami dan kota yang disebut dengan nama-Mu, sebab kami menyampaikan doa permohonan kami ke hadapan-Mu bukan berdasarkan jasa-jasa kami, tetapi berdasarkan kasih sayangMu yang berlimpah-limpah! (Daniel 9: 18)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering mengukur segala sesuatu dengan balas jasa. Kalau kita bekerja, akan menerima gaji, jika berprestasi diberi penghargaan, jika memberikan sesuatu, lalu kita merasa pantas menerima kembali. Tanpa sadar, pola pikir ini dibawa kepada hubungan kita dengan Tuhan. “Saya rajin ke gereja, saya rajin berdoa, saya sudah melayani, Tuhan harus memberkati saya.” Namun firman hari ini menunjukkan arah yang benar: Kita datang bukan karena jasa, tetapi karena belas kasihan Allah.
Daniel menulis pasal ini saat bangsa Israel jatuh ke pembuangan Babel, Ibukota Yerusalem hancur, Bait Allah runtuh, Umat Allah dipermalukan. Semua ini terjadi karena dosa: penyembahan berhala, pemberontakan, ketidaktaatan. Sebaliknya, Daniel tidak menyalahkan situasi, bangsa lain, atau generasi sebelumnya. Ia membawa dosa bangsa ke hadapan Tuhan, mengakui dengan rendah hati. Daniel tidak berkata: “kami layak, kami suci, kami pantas” Tetapi justru dalam doanya: “…bukan berdasarkan jasa-jasa kami, tetapi berdasarkan kasih sayang-Mu yang berlimpah-limpah.” Doa Daniel menunjukkan siapa Allah: Allah yang mendengar, Allah yang berbelaskasihan, Allah yang memulihkan. Walau umat-Nya tidak setia, Dia tetap setia pada perjanjian-Nya.
Saudaraku, dalam doa dan permohonan kepada Tuhan jangan merasa layak karena pelayanan atau persembahan yang sudah kita perbuat. Akui kelemahan, Jangan merasa paling benar atau karena sudah banyak melayani. Kita melayani sebagai respons kasih, bukan supaya kita diberkati. Doakan bangsa dan gereja. Seperti Daniel mendoakan bangsanya, kita juga mendoakan moral bangsa kita supaya taat kepada Allah. Amen (ES)
Penulis
Pdt. Eva Marlina Sinaga
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renungan
Pdt. Banner Siburian
DEBATA MANGALEHON TONDI HANGOLUAN (Hesekiel 37:1-14) Diloas Debata do bangso Israel tarbuang tu habuangan Babel, anggiat nian marhite habuangan i gabe ditanda nasida Debata, jala mulak muse tu Debata marhite hamubaon ni...
Baca renungan
Gr. Tumpal Sitanggang
Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap b...
Baca renungan